oleh

Terkait OTT Tindak Pidana Pemerasan Aktivis Mahasiswa dan Pemuda Angkat Bicara

MitaNews.PadangLawas,-

Peristiwa penangkapan operasi tangkap tangan ( OTT ) Oknum Mahasiswa yang terjadi rabu ( 28/08/2019) kemarin,menggiring sejumlah aktivis pemuda dan mahasiswa untuk angkat bicara.

Presidium Eksponen Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa Sumatera Utara (BEM SU) yang juga mantan Pengurus Badko Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (HMI Sumut) Wildan Ansori Hasibuan,menyampaikan pernyataan terkait dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan personel Polres Tapsel. Dikatakannya, Dalam operasi tersebut salah seorang oknum mahasiswa berinisial JTN diamankan, namun pemberi suap tersebut tidak luput dalam operasi.

” Karena itu,peristiwa itu kita menilai ada sebuah kejanggalan dalam penerapan hukum. Maka sepatutnya mahasiswa tersebut harus dikeluarkan dan dibersihkan nama baiknya,” kata Wildan kepada wartawan.

Sementara itu, Ansor Harahap (Direktur Lingkar Studi Pembangunan Sumatera Utara, juga menyatakan bahwa peristiwa itu terjadi hampir bisa dipastikan, OTT buntut dari unjuk rasa .

Di satu sisi , Dia juga prihatin dengan kondisi terjadinya suap menyuap yg melibatkan mahasiswa, ini menggambarkan motivasi para mahasiswa berunjukrasa sudah makin buruk, mengharapkan sesuatu yg pragmatis. Keadaan ini menggambarkan kegagalan kaderisasi mahasiswa yang orientasi moral di Palas.

Di sisi lain, lanjutnya kondisi ini menggambarkan betapa banyak persoalan di tubuh pemerintahan Palas. Kegagalan kepimpinan TSO mewujudkan visi bercahaya dalam setiap nafas pemerintahan.

Kinerja OPD yang tanpa mempertimbangkan bahwa setiap rupiah yg dikeluarkan pada setiap operasional pemerintah adalah bersumber dari rakyat. Selanjutnya Inspektorat tidak berfungsi sebagaimana mestinya, untuk menghindari terjadinya penyalahgunaan wewenang dan berlarut-larut nya masalah pelaksanaan anggaran yg menyalahi.

” Peristiwa OTT ini menandakan penegakan hukum oleh institusi hukum di wilayah hukum Tapsel dan Palas tidak jalan sehingga hadir arus tuntutan dari mahasiswa”,Ungkap putra asli Palas asal siundol ini.

Ditegaskannya, OTT ini juga diduga kuat telah direncanakan oleh oknum-oknum yg ingin menjebak dan mempermalukan mahasiswa. Padahal kondisi seperti ini sudah kerap terjadi. Artinya telah sering terbangun hubungan pragmatis antara oknum – oknum di pemerintahan dengan para mahasiswa Palas. Hanya saja kali ini membawa sial bagi mahasiswa yang kena OTT.

Menurut Ansor, Pesan mendasar adalah OTT ini menggambarkan betapa tingkat penyelewengan anggaran dalam kasus yg dituntut mahasiswa sudah cukup syarat sebagai tindakan berat melawan hukum sehingga ada upaya-upaya yg tidak dibenarkan dalam meredam unjuk rasa mahasiswa.(mn.02)

Komentar

News Feed