oleh

Tindaklanjuti Kasus Dugaan Keracunan Massal Usai Konsumsi Mie Tek-Tek, Sekda: Pemko Sibolga Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan Korban

-Daerah-346 views

Tindaklanjuti Kasus Dugaan Keracunan Massal Usai Konsumsi Mie Tek-Tek, Sekda: Pemko Sibolga Pastikan Tanggung Biaya Pengobatan Korban

SIBOLGA.Mitanews.co.id ||


Pemerintah Kota (Pemko) Sibolga bergerak cepat menangani kasus dugaan keracunan makanan massal yang menimpa puluhan warga usai mengonsumsi mie tek-tek di Jalan SM Raja, Sibolga, pada Kamis (5/3/2026). Hingga Jumat (6/3/2026), tercatat sebanyak 41 orang menjadi korban, dengan rincian 22 pasien menjalani rawat inap dan 19 orang lainnya rawat jalan.

Mewakili Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sibolga, Drs. Herman Suwito, M.M., didampingi Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, S.K.M., M.Si., menggelar konferensi pers di Ruang Kerja Sekda Kota Sibolga untuk menjelaskan kronologi dan langkah penanganan yang telah diambil oleh Pemerintah Kota Sibolga.

Laporan keracunan mulai diterima pada Kamis, 5 Maret 2026, sekitar pukul 10.00 WIB dari Rumah Sakit (RS) Metta Medika II Sibolga.

Saat ditangani oleh tim medis, para korban mengeluhkan gejala berupa mual, muntah, diare, dan kondisi tubuh yang lemas setelah menyantap mie tek-tek dari warung di Jalan SM Raja (Simpang Jalan Elang) Sibolga.

“Atas arahan Bapak Wali Kota, kami langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mengidentifikasi korban di berbagai rumah sakit, mulai dari RS Metta Medika I dan II, RSUD FL.Tobing Kota Sibolga, hingga RSUD Pandan di Tapanuli Tengah,” jelas Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa dari total 41 orang korban, diketahui bahwa tidak seluruhnya warga Kota Sibolga, namun juga terdapat warga dari Kabupaten Tapanuli Tengah. Dan dari jumlah tersebut, 22 orang merupakan anak usia balita, sementara korban tertua tercatat berusia 55 tahun.

Sekda menambahkan bahwa Pemko Sibolga telah menegaskan bahwa seluruh biaya perawatan para korban akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, termasuk bagi pasien yang dirawat di rumah sakit swasta maupun yang tidak memiliki kepesertaan BPJS Kesehatan.

“Kami telah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit agar tidak memungut biaya kepada para korban," tegas sekda.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, S.K.M., M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah sampel untuk diuji di laboratorium, antara lain sisa makanan, muntahan korban, serta sampel air bersih di lokasi. Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium di Kota Medan.

Ia menambahkan bahwa meskipun hasil pemeriksaan mikrobiologi tersebut membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 hari, namun pemeriksaan awal menunjukkan hasil negatif terhadap kandungan bahan kimia berbahaya, seperti boraks.

“Dugaan sementara kami mengarah pada masalah higienitas dalam proses pengolahan dan pembuatan mie. Secara fisik mie tidak tercium basi, namun kemungkinan sanitasi yang kurang terjaga dapat memicu terjadinya kontaminasi silang,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Pemko Sibolga telah mengeluarkan surat perintah penutupan sementara terhadap warung penjual mie tek-tek tersebut hingga hasil pemeriksaan dari laboratorium resmi keluar. Petugas juga telah menarik sisa mie produksi yang belum dimasak tersebut, agar tidak beredar di masyarakat.

"Apabila masih ada masyarakat yang merasakan gejala seperti lemas setelah mengonsumsi mie tek-tek tersebut, kami mengimbau agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat,” tambah Plt. Kepala Dinas Kesehatan.

Menutup konferensi pers tersebut, Sekda Kota Sibolga memberikan peringatan kepada para pelaku usaha kuliner di Kota Sibolga agar mengutamakan aspek kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan makanan yang akan diperdagangkannya.

“Jangan hanya mengejar keuntungan semata, tetapi mengabaikan standar kesehatan dan sanitasi. Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Kami juga meminta Dinas Kesehatan untuk terus melakukan monitoring secara rutin agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kota Sibolga dimasa mendatang," tegas Sekda.***

Baca Juga :
Wawako Sibolga Buka Rapat Pembentukan Panitia Paskah Oikumene 2026, Liman Hamonangan Sinaga Jadi Ketua Panitia

News Feed