oleh

Walikota Minta RSUD Pirngadi Fokus pada Pelayanan

MEDAN- mitanews.co.id | Walikota Medan Bobby Afif Nasution meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pirngadi fokus melakukan perbaikan pelayanan ke depan.

Terlebih pascamerebaknya kasus tabung oksigen diduga kosong di rumah sakit pelat merah milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan beberapa waktu lalu.

Selain itu, Pascakasus ini, Bobby meminta manajemen RS milik Pemko Medan itu untuk tidak menghambur-hamburkan anggaran. Kasus tabung oksigen kosong ditegaskannya tidak boleh terulang lagi.

“Ini jadi koreksi besar bagi saya kepada manajemen karena dari awal sudah saya sampaikan bagaimana pelayanan medis di tengah pandemi ini harus bisa mencerminkan lebih baik. Mulai dari sarana-prasarana, pelayanan, sumber daya manusia bahkan fasilitas maupun alat-alat kesehatan,” ujar Bobby Nasution usai menerima Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Sumut terkait kasus yang sempat viral karena diduga mengakibatkan meninggalnya seorang pasien, Jumat, (11/6/2021) di Kantor Omudsman RI Perwakilan Sumut, Jalan Sei Beaitang No. 3 Medan.

Selain itu, Bobby Nasution juga meminta kepada manejemen RSUD Pirngadi untuk tidak menghambur-hamburkan anggaran.

“Saya sudah sampaikan anggaran yang dimiliki jangan dibuang secara tidak berguna. Tolong kekurangan kita di RS Pirngadi ini dilihat,” jelas Bobby.

Setelah kasus ini, Bobby meminta manajemen untuk segera memperbaiki kualitas pelayanan. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat diakuinya merupakan prioritasnya selaku Walikota Medan.

“Kalau memang di sumber daya manusia, tolong anggaran difokuskan kesana. Kalau fasilitas alat-alat kesehatan, fokuskan kesana. Yang rusak diganti, yang rusak ringan diperbaiki,” kata Bobby.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut, Abyadi Siregar mengatakan, Ombudsman menemukan dugaan maladministrasi terkait tidak dilakukannya kalibrasi terhadap regulator oksigen di RSUD Pirngadi sejak 2018.

“Kalibrasi atau pengujian wajib dilakukan secara berkala minimal setahun sekali terhadap peralatan medis oleh Balai Pengawasan Fasilitas Kesehatan (BPFK) untuk memastikan alat berfungsi dengan baik,” kata Abyadi Siregar.

Namun, kata Abyadi, dalam hal ini Ombudsman menemukan bahwa terhadap regulator tabung oksigen, sudah tidak dilakukan kalibrasi sejak 2018 oleh RSUD Pirngadi Medan.

“Ini tentu harus menjadi perhatian dan diperbaiki ke depannya,” pungkasnya. Abyadi.

Sebelumnya, kasus tabung oksigen kosong ini merebak setelah video seorang pasien wanita yang diduga diberi tabung oksigen kosong saat mendapat perawatan di RS milik Pemko Medan viral di media sosial.

Belakangan, sang pasien dinyatakan meninggal dunia. Keluarga pasien memprotes pihak rumah sakit. Namun manajemen rumah sakit bersikeras bahwa tabung oksigen yang diberikan ke pasien tersebut berisi.

Sekaitan dengan itu, Ombudsman RI Perwakilan Sumut memintai klarifikasi berbagai pihak terkait termasuk Kepala BPFK Medan Wahyudi Ifani dan Dirut RSUD Pirngadi, Suryadi Panjaitan pada hari Jumat, (4/6/2021) pekan lalu.

Dalam klarifikasi itu, Kepala BPFK menyatakan, regulator tabung oksigen RSUD Pirngadi sudah dua tahun belakngan ini tidak dikalibrasi.

Namun, pernyataan Wahyudi saat itu dibantah oleh Suryadi. Menurutnya, tidak ada kendala yang mereka hadapi sehingga menyebabkan tidak dilakukannya pengujian atas regulator tabung oksigen mereka.( mn.09 ).

Baca juga : Kelompok KPM Turut Membantu Pembagian BLT Kepada 122 Warga Rumoh Panyang

Komentar

News Feed