oleh

Walikota Sibolga Ikuti High Level Meeting TPID Provinsi Bersama Gubernur Sumut

-Daerah-220 views

Walikota Sibolga Ikuti High Level Meeting TPID Provinsi Bersama Gubernur Sumut

MEDAN.Mitanews.co.id ||


Walikota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik, Menghadiri langsung High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution bertempat  di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, di Medan, pada Jumat, (6/2/2026).

Pertemuan tersebut bertujuan untuk merumuskan strategi pengendalian inflasi di daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H dengan fokus pembahasan pada empat pilar utama pengendalian inflasi daerah yang dikenal dengan istilah 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif. 

Gubernur Sumatera Utara menekankan beberapa poin penting dalam arahannya, seperti perlunya komunikasi publik yang efektif untuk mencegah kepanikan masyarakat, penguatan tugas dan fungsi TPID di tingkat daerah, serta dorongan bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mendukung ekosistem rantai pasok komoditas pangan strategis.

Gubernur Sumatera Utara juga mengusulkan kerjasama antar daerah surplus dan defisit pangan untuk mengurangi disparitas harga.

Dalam kesepakatan tindak lanjut tersebut, beberapa langkah strategis disepakati, seperti peningkatan frekuensi dan efektivitas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) agar tepat waktu dan tepat sasaran. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

Selain itu, Bulog ditugaskan untuk menambah pasokan daging sapi dan/atau kerbau ke Sumatera Utara untuk menjaga stabilitas harga, bekerja sama dengan Pemda, Bank Indonesia, dan pedagang daging sapi.

Kerjasama juga akan dilakukan dengan produsen daging ayam ras dan telur ayam ras mitra Bulog untuk meningkatkan pasokan menjelang HBKN.

Sedangkan pemerintah daerah juga akan melakukan penyesuaian terhadap rencana kenaikan tarif administered prices untuk menghindari beban berlebih pada masyarakat selama tekanan inflasi tinggi.

Implementasi Early Warning System dan protokol intervensi harga juga akan diterapkan, dengan sinergi antara TPID dan Satgas Pangan, serta kerjasama lebih lanjut dengan UMKM untuk menjaga stabilitas harga di pasar tradisional.

Menanggapi arahan tersebut, Walikota Sibolga mengungkapkan komitmennya untuk menjaga ketersediaan pangan, dengan fokus pada produksi pangan, ketersediaan pasokan, dan distribusi komoditas yang mempengaruhi inflasi.

Wali Kota juga menekankan pentingnya sinergi antara TPID Provinsi dan daerah untuk menjaga stabilitas harga.

"Kami akan terus berupaya untuk memastikan bahwa masyarakat Kota Sibolga dapat merayakan hari raya dengan tenang, tanpa khawatir tentang ketersediaan pangan atau harga yang tidak terjangkau," 

Pemerintah Kota Sibolga dalam kepemimpinan Walikota Sibolga berkomitmen untuk mendukung penuh kebijakan dan arahan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait upaya pengendalian inflasi.

TPID Pemerintah Kota Sibolga juga secara rutin melakukan monitoring terhadap harga pangan  baik di pasar tradisional, toko, maupun pusat distribusi lainnya. 

Turut mendampingi Walikota Sibolga dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Dinas  Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Sibolga, Julius Partogi Haloho, S.Pi. M.M.***

Baca Juga :
Musrenbang Kecamatan Gunungsitoli Barat 2027