oleh

2 Tahun Tertunda, dr. Rika  – Bambang Sebut   Al-Hamdulillah Diwisuda Secara Ofline 

-Daerah, Pendidikan-1,783 views

PADANGSIDIMPUAN, Mitanews.co.id | Tertunda selama dua tahun, dr. Siti Rika Mardyna Pohan (Rika) dan Bambang Swedy Pardede (Bambang) ucapkan Al-Hamdulillah dan mengaku puas setelah mengikuti prosesi wisuda secara tatap muka atau offline, Rabu (26/01/2022). Wisuda offline ini sengaja tertunda dua tahun wisuda daring gegara COVID-19.

Dokter umum pasangan suami isteri asal Kota Padang Sidempuan itu diwisuda berikut Wisuda/wisudawan profesi Dokter bersama Sarjana dan Magister UISU Periode I Tahun Akademik 2021-2022 dihadiri Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Prof. Dr. H. Yanhar Jamaluddin MAP, dan pejabat UISU lainnya di Gedung Santika Premire Dyandra and Convention, Medan pada Rabu (26/01/2022).

Pada acara wisuda itu hadir Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyaksikan kebahagiaan para wisudawan dan para orangtua wisudawan yang ikut menyaksikan putra-putri mereka diwisuda hari itu.

Rika dikenal sebai puteri Kodir Pohan, Pewarta LKBN ANTARA di Kabupaten Tapanuli Selatan ini menjelaskan, beberapa kali wisuda virtual setelah dapat gelar dokter tidak diikuti, sebab menunggu keinginan wisuda tatap muka berlangsung, ternyata baru sekarang terwujud.

“Alhamdulillah seiring pandemi COVID-19 melanda, akhirnya impian untuk diwisuda secara tatap muka baru terwujud hari ini bersama 706 orang wisuda/wisudawan berbagai program studi,” ujar dokter muda tersebut.

Baik Rika maupun Bambang, keduanya mengisahkan, tujuh tahun lebih kurang perjuangan menjalani study, akhirnya terwujud juga menjadi dokter. Ternyata butuh berbagai pengorbanan baik pikiran dan materil yang angkanya tidaklah sedikit. Namun terbalaskan setelah menyandang gelar dokter.

“Mahasiswa kedokteran butuh 3,5 tahun hingga empat tahun mengasah kemampuan skill lab, pendalaman materi histologi,  mikrobiologi hingga, anatomi (sarjana kedokteran). Lanjut 1,5 tahun hingga dua tahun  program profesi (koas) disebut dokter muda,” jelas pasangan suami istri itu.

Dikatakan, tidak cukup sampai di situ, sebelum magang (internship) dokter muda harus lebih dahulu dulu melewati Ujian Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI) penentu mendapatkan surat tanda registrasi (STR) sebagai dokter yang akan mengabdikan diri di tengah-tengah masyarakat.

“Mendapat STR baru dibekali Surat Ijin Praktek (SIP), dan dokter internship wajib magang di seluruh Rumah Sakit type C (Kabupaten) maupun Puskesmas seluruh Indonesia hingga kurun kurang lebih satu tahun. Setelahnya baru bisa mengambil program spesialis empat hingga enam tahun lagi, itu pun bagi siapa yang mau dan mampu baik otak maupun finansial,” jelas Rika dan Bambang di akhir pembicaraan. (MN.03).

Baca juga : 2 Pemasok Ekstasi di Bosque KTV Dituntut 20 Tahun Pencara

News Feed