Langkat Bayangi Medan Hingga Detik Terakhir, Persaingan Juara Umum MTQ ke-40 Sumut Ketat dan Dramatis
MEDAN.Mitanews.co.id ||
Persaingan Kabupaten Langkat dan Kota Medan menuju juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara berlangsung ketat dan penuh drama hingga detik-detik terakhir penutupan di Lapangan Astaka, Deli Serdang, Rabu (24/6/2026) malam.
Di tengah dominasi yang selama ini identik dengan Kota Medan, Kabupaten Langkat tampil mengejutkan dengan terus membayangi perolehan nilai ibu kota provinsi tersebut hingga menjelang pengumuman juara umum.
Selama 10 hari pelaksanaan MTQ, nama Kota Medan dan Kabupaten Langkat silih berganti disebut sebagai peraih juara pada berbagai cabang dan golongan. Baik juara pertama, kedua, ketiga maupun juara harapan, dua daerah tersebut terlihat mendominasi daftar pemenang disusul Deliserdang.
Pemandangan itu terlihat jelas saat para peserta yang meraih prestasi dipanggil satu per satu untuk menerima penghargaan.
Barisan kafilah Langkat dan Medan tampak berulang kali berdiri di depan panggung kehormatan, disusul kafilah dari Deli Serdang dan daerah lainnya.
Setiap kali nama peserta dari Medan maupun Langkat diumumkan sebagai pemenang, tepuk tangan dan sorak-sorai penonton bergema di seluruh kawasan astaka.
Ribuan pengunjung yang memadati arena penutupan larut dalam suasana kompetisi yang sehat namun sarat gengsi.
Semakin malam, suasana justru semakin hidup. Banyak pengunjung mulai berspekulasi mengenai daerah yang akan keluar sebagai juara umum. Sebab, hingga seluruh penghargaan cabang dan golongan selesai diserahkan, panitia belum juga mengumumkan peringkat keseluruhan.
Di tenda kehormatan, tampak Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Bupati Langkat Syah Afandin, Wali Kota Medan Rico Waas, serta para bupati dan wali kota lainnya.
Mereka bersama ribuan hadirin menunggu pengumuman yang dinilai akan menjadi penentu klimaks MTQ tahun ini.
Dramatisasi semakin terasa ketika pembawa acara mulai membacakan peringkat juara umum dari urutan terbawah. Penonton menyimak dengan serius setiap pengumuman yang disampaikan.
Namun ketika suasana semakin tegang dan rasa penasaran mencapai puncaknya, pembawa acara tiba-tiba langsung mengumumkan juara umum.
"Juara Umum MTQ ke-40 Tingkat Provinsi Sumatera Utara diraih Kota Medan."
Seketika tepuk tangan panjang dan gemuruh sorakan memenuhi Lapangan Astaka. Tak lama kemudian diumumkan bahwa posisi juara umum kedua diraih Kabupaten Langkat, disusul Kabupaten Deli Serdang di peringkat ketiga.
Perhatian banyak pengunjung justru tertuju kepada penampilan Kabupaten Langkat yang mampu memberikan perlawanan sengit hingga akhir kompetisi.
Bagi banyak kalangan, capaian tersebut menjadi fenomena menarik. Medan selama ini dikenal memiliki sumber daya qari dan qariah yang melimpah serta fasilitas pembinaan yang relatif lengkap sebagai ibu kota provinsi. Karena itu, keberhasilan Medan menjadi juara umum dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.
Sebaliknya, kemampuan Langkat untuk terus menempel dan membayangi Medan sepanjang perhelatan MTQ dinilai menjadi cerita tersendiri yang menyita perhatian publik.
Sejumlah tokoh yang hadir menilai hasil tersebut menunjukkan bahwa semangat "Langkat Religius" yang selama ini digaungkan Pemerintah Kabupaten Langkat bukan sekadar slogan.
Menurut mereka, capaian para kafilah Langkat merupakan salah satu indikator keberhasilan pembinaan keagamaan yang dilakukan secara berkelanjutan di daerah tersebut.
"Prestasi ini menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur'an di Langkat berjalan dengan baik. Hasil MTQ menjadi bukti nyata bahwa semangat Langkat Religius tidak berhenti pada jargon, tetapi diwujudkan melalui program dan pembinaan yang berkesinambungan," ujar salah seorang tokoh yang hadir dalam acara tersebut.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengaku bersyukur melihat persaingan yang berlangsung ketat antar kabupaten dan kota dalam MTQ tahun ini.
Menurutnya, kompetisi yang sehat dalam bidang keagamaan merupakan hal yang membanggakan sekaligus menjadi indikator meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pembelajaran Al-Qur'an.
Ia menilai semakin banyak daerah yang mampu bersaing dalam ajang MTQ menunjukkan bahwa pembinaan keagamaan di Sumatera Utara berjalan dengan baik.
"Persaingan yang ketat ini justru membanggakan. Artinya pembinaan Al-Qur'an di daerah-daerah semakin berkembang. Ini menjadi bagian penting dalam mengajak masyarakat mencintai, membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an," katanya.
Sementara itu, Bupati Langkat Syah Afandin menyampaikan rasa syukur atas capaian kafilah daerahnya yang berhasil meraih posisi juara umum kedua.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para qari, qariah, pelatih, pembina, pendamping, serta seluruh pihak yang selama ini konsisten membangun tradisi pembelajaran Al-Qur'an di Kabupaten Langkat.
Menurutnya, hasil yang diraih pada MTQ kali ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pembinaan generasi Qurani di daerah yang dipimpinnya.
"Kami bersyukur atas prestasi ini. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras membina para peserta. Hasil ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus menghadirkan kehidupan masyarakat yang religius dan mencintai Al-Qur'an," ujarnya didampingi Sekda Amril dan Kabag Kesra Muhammad Suhaimi.
Pada akhirnya, malam penutupan MTQ ke-40 Sumatera Utara bukan hanya menjadi panggung kemenangan bagi Kota Medan sebagai juara umum. Lebih dari itu, perhelatan ini menghadirkan kisah menarik tentang Kabupaten Langkat yang tampil sebagai penantang kuat, membayangi sang juara hingga detik terakhir, sekaligus memperlihatkan semakin meratanya kualitas pembinaan Al-Qur'an di berbagai daerah Sumatera Utara.***
Baca Juga :
Pererat Sinergitas, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga Hadiri Semarak HUT Bhayangkara ke-80















