Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Agincourt Resources Gelar Aksi Bersih Mangrove dan Pelatihan Membuat Terumbu Karang Artifisial
TAPTENG.Mitanews.co.id ||
Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Agincourt Resources (PTAR) menyelenggarakan Aksi Bersih Kawasan Konservasi Mangrove Lestari PTAR seluas 29 ha di kawasan konservasi mangrove Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, serta Pelatihan
Membuat Terumbu Karang Artifisial di Pandan, yang digelar di Matahari Coffee & Resto Mangga Dua Pandan, pada Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan PTAR dalam menjaga ekosistem pesisir, setelah sebelumnya melakukan penanaman 90.000 bibit mangrove di kawasan tersebut sejak 2023.
Kegiatan yang sejalan dengan semangat tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026, yakni ”Saatnya Bekerja untuk Iklim", diselenggarakan secara kolaboratif oleh berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan, termasuk di pesisir dan laut.
Dua kegiatan tersebut melibatkan masyarakat lokal, pemerintah daerah,
komunitas lingkungan, insan pers, dan karyawan PTAR.
Adapun tujuan kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran serta pemahaman akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem pesisir dan laut serta mendorong penerapan pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.
Edukasi pengelolaan sampah juga didapat peserta melalui buku saku yang menjelaskan berbagai jenis sampah, seperti plastik, kertas, logam, dan residu, beserta cara penanganannya.
Sebanyak 60 orang yang terlibat dalam Aksi Bersih Konservasi Mangrove Lestari tersebut dan berhasil mengumpulkan sebanyak 150 kg sampah yang mencakup sampah plastik, kertas, kardus, kaleng, dan kaca. Sampah-sampah yang terkumpul itu akan didaur ulang oleh Bank Sampah Yamantab.
Di kegiatan Pelatihan Membuat Terumbu Karang Artifisial tersebut, peserta diedukasi mengenai pentingnya terumbu karang sebagai penyangga ekosistem, habitat berbagai biota, penyaring alami, dan
penjaga rantai makanan, serta manfaatnya bagi manusia dalam menjaga keseimbangan iklim, melindungi garis pantai, dan mendukung sumber ekonomi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai ancaman terhadap kelestarian terumbu karang serta berbagai upaya merestorasinya seperti membuat terumbu karang buatan dan transplantasi karang untuk memulihkan habitat karang yang rusak.
Kedua kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat lokal, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, media, dan dunia usaha dalam mendukung program pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
Dalam kegiatan aksi nyata tersebut, PTAR menggandeng Bank Sampah Yayasan Masyarakat Penjaga Pantai Barat (Yamantab) bersama Kelompok Tani Hutan Mangrove Mandiri serta Kelompok Konservasi Laut Nusantara (KKLN) sebagai mitra pelaksana untuk memberikan edukasi dalam meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan mengenai konservasi lingkungan.
##Komitmen PTAR dalam Melestarikan Mangrove##
Sebagai bagian dari komitmen terhadap pelestarian ekosistem pesisir, PTAR telah
melaksanakan dua kali penanaman mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Tapanuli Tengah.
Dalam aksi penanaman mangrove tersebut, PTAR berkolaborasi bersama Kelompok Tani Mangrove dalam pengelolaan kawasan
konservasi Mangrove di Pandan, Tapanuli Tengah seluas 29ha.
Penanaman mangrove pertama dilaksanakan pada Februari 2023 lalu di Desa Aek Garut, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 30.000 bibit mangrove di lahan seluas 10 hektare.
Selanjutnya, pada Juli 2024, PTAR kembali menanam sebanyak 60.000 bibit mangrove di Kelurahan Kalangan dan Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah diarea seluas 19 hektare.
Dalam kesempatan tersebut, PTAR bersama para mitra terus mendorong kegiatan pemeliharaan, pemantauan, dan edukasi agar kawasan Mangrove tidak hanya ditanam, tetapi juga dijaga keberlanjutannya.
Adapun Bibit mangrove yang ditanam merupakan jenis lokal, yaitu Rhizophora sp., Avicennia spp., Nypa fruticans, dan Bruguiera sp., yang dipilih sesuai dengan karakteristik kawasan setempat agar dapat tumbuh lebih baik.
Mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain
membantu menyerap karbon dioksida dan mendukung upaya mitigasi perubahan iklim,
mangrove juga berfungsi melindungi garis pantai dari erosi, menyaring polutan, serta
menjaga kualitas air.
Ekosistem mangrove menjadi habitat bagi berbagai biota pesisir, seperti ikan, kepiting,
kerang, dan organisme lainnya.
Keberadaannya turut mendukung pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada sumber daya pesisir.
Melalui inisiatif ini, PTAR turut berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), SDG 14 (Ekosistem Laut), dan SDG 15 (Ekosistem Darat), sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan bagi generasi saat ini dan generasi mendatang.
Baca Juga :
Kapolres Pimpin Sertijab Kasat Polairud Sergai




















