oleh

Hari Juang Polri 2026: Dari Proklamasi Polisi di Surabaya hingga Pengabdian Polres Samosir

-Daerah-11 views

Hari Juang Polri 2026: Dari Proklamasi Polisi di Surabaya hingga Pengabdian Polres Samosir

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Semangat perjuangan dan pengabdian kembali dikobarkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Samosir dalam Upacara Peringatan Hari Juang Polri 2026, Jumat (21/8/2026).

Upacara yang digelar di Lapangan Apel Markas Polres Samosir sejak pukul 08.00 WIB itu berlangsung khidmat. Wakapolres Samosir Kompol Manumpak H. Sitorus, S.H. bertindak sebagai inspektur upacara dan diikuti jajaran personel Polres Samosir.

Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Momentum Hari Juang Polri menjadi ruang bagi kepolisian untuk kembali mengingat jejak sejarah perjuangan polisi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejumlah pejabat Polres Samosir turut mengambil bagian dalam upacara. Kabag Ops Polres Samosir Kompol Eduar, S.H. membacakan sejarah singkat Hari Juang Polri. Sementara Iptu Boy Alexander Hutasoit, S.H. bertugas sebagai Perwira Upacara dan Ipda Mirza Dhia Ul’haq, S.H., M.H. sebagai Komandan Upacara.

Adapun pembawa acara dipercayakan kepada Brigpol Dian Lestari Gultom, S.H., sedangkan doa dipimpin Briptu Muharram Syahri, S.H.
Peserta upacara terdiri atas barisan pejabat utama, para perwira, satu pleton personel bersenjata serta personel dari sejumlah satuan dan bagian, antara lain Bag Ops, Bag Ren, Bag SDM, Sat Binmas, Sat Tahti, Sat Samapta, Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Narkoba.

Mengenang Proklamasi Polisi 21 Agustus 1945

Rangkaian upacara diawali dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, serta menyanyikan Mars Polri.

Suasana kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri.

Salah satu momen penting dalam upacara tersebut adalah pembacaan Naskah Proklamasi Polisi oleh Wakapolres Samosir selaku Inspektur Upacara.

“Untuk bersatu dengan rakyat dalam perjuangan mempertahankan Proklamasi, 17 Agustus 1945, dengan ini menyatakan Polisi sebagai Polisi Republik Indonesia.”
Proklamasi Polisi tersebut dicetuskan di Surabaya pada 21 Agustus 1945 oleh Inspektur Polisi Kelas Satu Moehammad Jasin atas nama seluruh warga polisi.

Dalam sejarah yang dibacakan, momentum tersebut berawal sehari sebelumnya, yakni 20 Agustus 1945.
Saat itu, Muhammad Jasin selaku Komandan Polisi Istimewa Surabaya bersama sejumlah anggota menggelar pertemuan untuk membahas kedudukan kepolisian setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan.

Pertemuan tersebut kemudian menghasilkan kesepakatan bahwa polisi menyatakan kesetiaannya kepada Negara Republik Indonesia.

Sehari berselang, 21 Agustus 1945, Muhammad Jasin memimpin apel pagi di halaman Markas Polisi Istimewa Surabaya dan membacakan Proklamasi Polisi yang kemudian diikuti seluruh anggota.

Setelah pembacaan proklamasi, anggota polisi diperintahkan melakukan pawai siaga. Langkah tersebut menjadi bentuk kesiapan menghadapi kemungkinan reaksi Jepang sekaligus menyebarkan semangat perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Dari Surabaya, Semangat Perjuangan Menyebar

Perjuangan polisi pada masa awal kemerdekaan tidak berhenti pada pembacaan proklamasi.
Dalam sejarah yang disampaikan pada upacara tersebut, polisi turut terlibat dalam pelucutan senjata Jepang, pendistribusian senjata kepada badan-badan perjuangan, menghadapi kedatangan pasukan Sekutu hingga perjuangan dalam menghadapi Agresi Militer Belanda I dan II.

Semangat tersebut kemudian berkembang di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi, Jambi, Palembang, Jakarta, Jawa Barat dan Yogyakarta.

Rangkaian sejarah tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan sekaligus memperlihatkan bahwa institusi kepolisian memiliki jejak perjuangan dalam perjalanan berdirinya Republik Indonesia.

Hari Juang Polri Ditetapkan pada 21 Agustus

Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan tersebut, tanggal 21 Agustus kemudian ditetapkan sebagai Hari Juang Polri.

Penetapan itu dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melalui Keputusan Kapolri Nomor KEP/95/I/2024 tanggal 22 Januari 2024.

Peringatan Hari Juang Polri di Polres Samosir kemudian dilanjutkan dengan pengucapan Andika Bhayangkari, penghormatan pasukan, menyanyikan Hymne Polri dan doa.
Seluruh rangkaian upacara berakhir sekitar pukul 08.30 WIB. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan khidmat.

Bagi jajaran Polres Samosir, Hari Juang Polri bukan hanya tentang mengenang masa lalu.
Lebih dari itu, peringatan tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian kepolisian hari ini memiliki akar sejarah panjang: perjuangan, keberanian dan kesetiaan kepada Republik Indonesia.

Di tengah tuntutan masyarakat yang terus berkembang, nilai-nilai perjuangan para pendahulu diharapkan tetap menjadi pijakan personel Polri dalam menjalankan tugas.

Dari Surabaya pada 21 Agustus 1945, sebuah ikrar perjuangan pernah dikumandangkan. Kini, 81 tahun kemudian, semangat itu kembali diingatkan dari Samosir: bahwa pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bagian dari perjalanan panjang Bhayangkara.***

Baca Juga :
Bupati Asahan Dalam Rapat Koordinasi Persiapan Program Digitalisasi Kunci Akurasi Penyaluran Bantuan Sosial

News Feed