oleh

Syahrul Pasaribu: NU Tidak Terpisahkan dari Kehidupan Saya

-Daerah-263 views

Syahrul Pasaribu: NU Tidak Terpisahkan dari Kehidupan Saya

TAPSEL.Mitanews.co.id ||


H. Syahrul M. Pasaribu menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar organisasi keagamaan dalam perjalanan hidupnya. Karena itu, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberi perhatian dan dukungan terhadap perkembangan NU di Tapanuli Selatan (Tapsel).

“NU ini tidak terlepas dari kehidupan keluarga besar saya. Karena itu, saya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan perhatian dan dukungan terhadap perjalanan NU di Tapanuli Selatan,” ujar Syahrul.

Pernyataan itu disampaikan Syahrul saat memberikan sambutan pada pengukuhan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Tapanuli Selatan masa khidmat 2026–2031 di Gedung Serbaguna Kompleks Perkantoran Bupati Tapsel, Sipirok, Minggu (23/8/2026).

Syahrul yang kembali dipercaya sebagai Mustasyar PCNU Tapanuli Selatan hadir dalam kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M tersebut.

Acara itu turut dihadiri Wakil Bupati Tapsel H. Jafar Syahbuddin Ritonga, jajaran PWNU Sumatera Utara, para sesepuh dan ulama NU, Ketua MUI Tapsel, Forkopimda, Ketua KNPI, pengurus PCNU Tapsel dan PCNU Padangsidimpuan, Muslimat NU, Fatayat NU serta sejumlah organisasi kemasyarakatan, termasuk Ketua KTNA Tapsel.

Bagi Syahrul, pengukuhan pengurus baru PCNU Tapsel tidak boleh hanya dimaknai sebagai pergantian pengurus dan struktur organisasi.

Menurut mantan Bupati Tapsel dua periode tersebut, momentum itu harus menjadi awal untuk memperkuat kehadiran NU di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan agar NU tidak hanya terlihat ketika ada kegiatan organisasi maupun acara keagamaan. Kekuatan NU, kata dia, justru berada pada kedekatannya dengan masyarakat melalui ulama, ustaz, ustazah, dai, pesantren, majelis taklim dan berbagai badan otonom.

“NU harus hadir di tengah masyarakat. Bukan hanya ketika ada kegiatan organisasi, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi persoalan. Di situlah peran ulama dan warga NU sangat dibutuhkan,” katanya.

Syahrul juga meminta pengurus PCNU Tapsel masa khidmat 2026–2031 membangun organisasi dengan semangat kebersamaan.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Tapsel saat ini tidak ringan. Selain persoalan sosial dan ekonomi, masyarakat masih menghadapi dampak bencana alam yang terjadi pada penghujung tahun lalu.

Dalam kondisi tersebut, Syahrul meminta NU tidak mengambil posisi sebagai penonton saja, tetapi berperan aktif membantu pemerintah daerah mengatasi berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat.

Ia juga mendukung ajakan Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu agar keluarga besar NU ikut terlibat dalam percepatan pemulihan daerah pascabencana.

Sebelumnya, Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu meminta PCNU ikut mengambil bagian dalam berbagai program pemerintah, terutama dalam proses pemulihan Tapsel pascabencana.

Gus Irawan menyebut kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi akibat bencana diperkirakan mencapai Rp2,8 triliun. Sementara beban yang menjadi tanggung jawab Pemkab Tapsel lebih dari Rp700 miliar.

“Untuk recovery dengan dampak yang sangat besar itu, kami tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kerja sama, bantuan, kolaborasi dan sinergi dari seluruh komponen yang ada. Kami berharap keluarga besar NU ikut membantu,” ujar Gus Irawan.

Bupati juga mengajak ulama, ustaz, ustazah dan dai memperkuat edukasi masyarakat dalam menghadapi narkoba, judi online dan berbagai penyakit sosial lainnya.

“Kita deklarasikan perang di Tapsel. Bukan perang dengan tembak-tembakan, tetapi perang melawan narkoba, judi online dan berbagai penyakit sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.

Selain persoalan sosial, Gus Irawan meminta NU ikut membantu masyarakat menghadapi praktik rentenir dan mendorong pemanfaatan lahan pertanian yang belum produktif.

Pemkab Tapsel bersama Bank Sumut, kata dia, telah menyiapkan alternatif pembiayaan dengan bunga lebih ringan, termasuk fasilitas kredit dengan bunga nol persen bagi sektor pertanian yang terdampak bencana.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Utara Prof. Hasrat Siregar berharap kepengurusan PCNU Tapsel yang baru segera melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.

Menurutnya, penguatan struktur sampai ke tingkat bawah penting agar program dan peran NU dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Ia juga mendorong PCNU Tapsel membangun sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah serta seluruh elemen masyarakat.

"Dengan kepengurusan baru tersebut, PCNU Tapsel diharapkan tidak hanya memperkuat konsolidasi internal, tetapi juga semakin aktif mengambil bagian dalam persoalan masyarakat dan pembangunan daerah," ujar Dosen Unimed itu.

Dalam SK PBNU Nomor: 239/PB.01/A.II.01.45/99/05/2026, jajaran PCNU Tapsel masa khidmat 2026–2031 terdiri dari unsur Mustasyar, Syuriyah, A'wan dan Tanfidziyah.

Untuk jajaran Tanfidziyah, Abdul Mubin Siregar dipercaya sebagai Ketua, H. Ilman Mhd Akhyaruddin, MH sebagai Sekretaris, serta Mancar, M.Pd.I. sebagai Bendahara. ***


Baca Juga :
Partai Demokrat Gelar Lomba Rakyat Serentak di Seluruh Indonesia

News Feed