Dari Goresan Anak-Anak, Tao Toba Joujou 2026 Mulai Hidupkan Suasana WFC Pangururan
SAMOSIR.Mitanews.co.id ||
Ada suasana berbeda di hari ketiga Festival Tao Toba Joujou 2026. Kawasan Waterfront City (WFC) Pangururan mulai tampak lebih ramai, Sabtu (8/8/2026). Geliat pengunjung terlihat meningkat dibandingkan hari sebelumnya.
Namun kali ini bukan hanya panggung utama yang menjadi perhatian.
Goresan pensil dan warna-warni tangan anak-anak justru ikut menghidupkan suasana festival.
Sejumlah siswa sekolah dasar mengikuti lomba menggambar dan mewarnai CBP Rupiah Championship untuk Anak Indonesia Jaya. Dengan kertas dan alat gambar di hadapan mereka, anak-anak terlihat serius menuangkan imajinasi masing-masing.
Ada yang tekun memilih warna.
Ada yang sibuk menyelesaikan gambar.
Ada pula yang sesekali melihat hasil karya peserta lainnya.
Suasana semakin menarik karena para orang tua turut hadir memberikan dukungan. Mereka tidak sekadar menjadi penonton, tetapi ikut menyemangati anak-anak agar berani menyelesaikan karya dan tampil di tengah ruang publik.
Bagi anak-anak tersebut, mungkin perlombaan ini hanya sebuah kegiatan menggambar.
Tetapi di balik goresan sederhana itu terdapat proses belajar yang tidak kecil: berani tampil, berani berkarya, berani berkompetisi, dan berani menunjukkan hasil karya di hadapan orang lain.
Kehadiran mereka sekaligus memberikan warna berbeda bagi Festival Tao Toba Joujou. Jika sebelumnya perhatian lebih banyak tertuju pada budaya, UMKM, pariwisata dan digitalisasi, hari ketiga menghadirkan sisi edukatif yang menyentuh generasi paling muda.
Bagi orang tua, kemenangan tentu menyenangkan.
Tetapi anak yang berani tampil dan menyelesaikan tugasnya dengan percaya diri juga merupakan sebuah kemenangan.
Dari sinilah sebuah festival dapat memiliki makna lebih luas.
Bukan hanya menghadirkan keramaian.
Bukan hanya menghadirkan panggung.
Tetapi juga menciptakan ruang bagi anak-anak untuk belajar dan masyarakat untuk berinteraksi.
Pantauan di lokasi menunjukkan peningkatan aktivitas pengunjung pada hari ketiga. Kehadiran peserta lomba bersama orang tua ikut membuat kawasan WFC terlihat lebih hidup.
Kondisi ini tentu menjadi kabar baik bagi para pelaku UMKM yang membuka stan di kawasan festival. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin terbuka pula kesempatan bagi produk lokal untuk dikenal dan dipasarkan.
Festival Tao Toba Joujou 2026 masih terus berlangsung.
Masyarakat tentu berharap rangkaian kegiatan berikutnya semakin banyak melibatkan warga, khususnya generasi muda, sehingga festival tidak berhenti sebagai tontonan.
Sebab ketika anak-anak mulai berani berkarya, orang tua ikut hadir, pelaku usaha mendapatkan ruang, dan masyarakat bergerak bersama, di situlah sebuah festival mulai menemukan denyut kehidupannya.***
Baca Juga :
Wali Kota Sibolga Dorong Potensi Skateboarder Muda, Upayakan Penyediaan Sarana Latihan




















