oleh

Alumni Desak Ketua Yayasan dan Rektor UISU untuk Bertaubat

-Daerah, Pendidikan-1,508 views

MEDAN.Mitanews.co.id | Alumni Unversitas Islam Sumatera Utara (UISU) mendesak ketua Yayasan dan Rektor UISU yang tidak sah untuk bertaubat.

Desakan tersebut disampaikan oleh Achmad Riza Siregar, salah seorang Alumni yang menjabat sebagai Ketua Aliansi Penyelamatan Martabat UISU kepada Ketua Yayasan UISU, Ismet Danil Nasution hingga Rektor UISU, Yanhar Jamluddin.

Riza mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Ismet Danil Nasution dan Yanhar terhadap mahasiswa UISU adalah perbuatan yang mengotori akademik.

Sebab, Ismet bukanlah Ketua Yayasan UISU yang sah, demikian juga Yanhar.

"Jadi, Ismet yang dikatakan menjadi ketua umum yayasan UISU itu tak memiliki izin dan tidak sah. Karena dia dipilih tidak kuorum, sebab Ismet dipilih 3 orang pembina dari 9 orang pembina. Itu sudah jelas tidak kuorum dan dia tak memiliki izin yang sah," ujarnya.

Selain itu, Riza juga mengatakan, Yanhar yang menjabat sebagai Rektor UISU pun tidak sah dan tidak memiliki izin. Sebab dia dipilih dan diangkat oleh ketua yayasan UISU, Ismet Danil yang tidak sah dan tidak memiliki izin.

"Nah, bagaimana pula seseorang yang tidak sah mengangkat rektor. Artinya, produk yayasan UISU saat ini bisa dikatakan tidak sah karena kepengurusannya tidak sah. Bahkan, pengurus, ketua umum yayasan saat ini dan sampai sekarang tidak bisa menunjukkan surat pengesahan dan akte dari Dirjen AHU Kemenkumham. Kita berpendapat, tidak adanya SK pengesahan dari Kemenkumham, bisa diartikan sebagai negara tidak mengakui kepengurusan saat ini," katanya.

Riza menyebutkan, pihaknya juga menunjukkan adanya surat panggilan dari Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) dengan Nomor: S.Pg/237/III/2022/Ditreskrimsus berkaitan dengan persoalan tersebut.

"Kita masih menunggu bagaimana proses Polda Sumut selanjutnya. Mudah-mudahan Polda Sumut tidak terlalu lama memberikan keterangan, agar jangan timbul lagi korban. Ini sudah 3 tahun lebih, dan sudah sangat berlarut-larut. Pihak kepolisian harus segera menyelesaikan ini, kalau benar katakan benar, kalau salah harus ditindak," sebutnya.

Karena itu, Riza meminta Ketua Yayasan dan Rektor UISU yang tidak sah untuk menghentikan pembohongan publik.

"Jadi, jangan diciderai Provinsi Sumut dan UISU yang bermartabat ini dengan menipu publik," katanya.

Di samping itu, ia juga berharap Yayasan UISU untuk berbenah diri dan jangan sampai mahasiswa menjadi korban.

"Kalau proses ini bisa selesai dengan cepat, kita harapkan yayasan yang sah, rektor yang sah, akan mampu mengatasi persoalan selama ini," imbuhnya.

Di sisi lain, anak kandung dari Bahrum Jamil, selaku Pendiri UISU, yaitu Ikhwan Bahrum Jamil medoakan agar orang-orang yang ingin menciderai nama UISU cepat mendapat hidayah dari Allah SWT.

"Di bulan Ramadan ini awak hanya berdoa kepada Allah, semoga bila ada pihak - pihak yang menciderai nama baik UISU yang sudah bermartabat ini, semoga cepat dapat hidayah dari Allah dan disehatkan serta diselamatkan dunia akhirat. Jadi cuma itu la dan hanya doa saya saja la yang bisa saya utarakan," ujarnya sambil meneteskan air mata.

Kemudian, ia juga berharap kepada mahasiswa UISU untuk berpikir lebih kritis lagi. Agar perusak-perusak nama baik tidak berani masuk ke kampus lagi.

"Kalau perlu mengadakan doa bersama, dan dzikir bersama untuk menyelamatkan kampus ini dari orang-orang yang dzolim," pungkasnya. (mn.09)

Baca juga : Respon Laporan Warga, Tim PRC Polres Sidimpuan Ciduk Terduga Pengedar Sabu

News Feed