oleh

Bertindak Sebagai Pembina Upacara Pada Peringatan Hari Guru Nasional, Danrem 023/KS: Hargailah Gurumu Bagaikan Orangtuamu

-Daerah-152 views

PANDAN.Mitanews.co.id | Komandan Korem 023/KS Kolonel Inf. Dody Triwinarto bertindak sebagai Pembina Upacara pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022, di Lapangan Apel SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, pada Jum'at (25/11/2022) pagi.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022 di SMA Negeri 1 Matauli Pandan ini diawali dengan Pengibaran Bendera Merah Putih, dan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta oleh Pembina Upacara. Kemudian pembacaan Teks Pancasila oleh Pembina Upacara dan pembacaan UUD tahun 1945 oleh salah seorang siswa SMA Negeri 1 Matauli Pandan.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem 023/KS Kolonel Inf. Dody Triwinarto membacakan Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022 yang dirangkai dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Persaruan Guru Republik Indonesia (PGRI) tahun 2022.

Usai membacakan pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik itu, Danrem 023/Kawal Samudera Kolonel Inf. Dody Triwinarto itu  juga menyampaikan pesannya  kepada para siswa-siswi SMA Negeri 1 Matauli Pandan agar senantiasa menghormati dan menghargai para guru.

"Saya berpesan kepada kalian semua para siswa-siswi SMA Negeri 1 Matauli Pandan ini, Hargailah gurumu bagaikan orang tuamu. Jika kamu tidak menghargai gurumu, saya yakin kamu tidak akan pernah bahagia dan berhasil didunia ini, karena gurumu adalah orang tuamu di sekolah ini. Saya juga dulu sama seperti kalian, saya adalah alumni SMA Negeri 4 Medan, dan saya adalah Ketua OSIS saat itu, saya pernah jadi pemimpin upacara seperti kalian, dan saya juga pernah menjadi ketua organisasi apasaja dan sampai saat ini saya juga sebagai ketua angkatan alumni. dan saya tetap menghargai guru-guru saya sampai saat ini dan maaih berkomunikasi dengan mereka. Karena tanpa didikannya, tanpa bimbingannya, mungkin saya tidak akan mungkin bisa berdiri di depan kalian semua sebagai Pembina Upacara dan juga Danrem seperti yang kalian saksikan sekarang ini. Kalian juga harus perlu tahu bahwa pahlawan yang sesungguhnya di Indonesia itu adalah gurumu, merekalah pahlawan tanpa tanda jasa. Merekalah yang telah mendidik, dan membimbingmu dengan segala perjuangan dan pengorbanannya. Oleh sebab itu, hormati dan hargailah gurumu seikhlasnya, sebagaimana engkau menghormati orang tuamu. Jadi kalau kalian tak bisa menghargai gurumu, jangan mimpi kalian bisa sukses dan bahagia dimasa depan, karena saya sudah melakukan itu dan telah membuktikannya. Sekali lagi saya pesankan, hormati, sayangi dan hargai gurumu, karena dialah orang tuamu dalam sekolahmu. Tidak ada ada kesuksesan tanpa ada perjuangan dan pengorbanan, dan yakinlah bahwa kesuksesan itu tak akan pernah mengkhianati proses. Maka lakukanlah proses hidupmu dan proses belajarmu dengan sungguh-sungguh dan baik, karena kalau kamu tidak belajar dengan baik, tidak kau lakukan proses hidupmu dengan baik, kau tak usah mimpi bisa menjadi pemimpin-pemimpin di masa depan," pesan Danrem 023/KS dengan tegas kepada para siswa-sisei SMA negeri 1 Matauli Pandan.

Selanjutnya, Danrem 023/KS Kolonel Inf. Dody Triwinarto didaulat oleh Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Matauli Pandan untuk menyerahkan menyerahkan piagam penghargaan kepada 2 (dua) guru (tenaga pengajar) berprestasi, yakni Bapak Osprinto Hutauruk, S.Pd, selaku guru PJOK dan Ibu Sugiati, S.Pd, selaku guru Fisika. Selain itu, Danrem 023/ KS juga memberikan plakat Danrem 023/KS kepada Ketua Yayasan Matauli Pandan, Ny. Fitri Krisnawati Tanjung, yang juga merupakan Putri dari Bapak Ir. H. Akbar Tanjung.

Sementara itu, kepada wartawan, Kepala SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan, S.Pd, MM menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Danrem 023/KS Kolonel Inf. Dody Triwinarto beserta rombongan.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Danrem 023/KS Bapak Kolonel Inf. Dody Triwinarto beserta rombongan atas kehadiran dan kesediaannya menjadi Pembina Upacara pada Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2022 di lapangan upacara SMA Negeri 1 Matauli Pandan, kehadiran dan kesediaan beliau ini adalah merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kami keluarga besar SMA Negeri 1 Matauli Pandan yang tak ternilai harganya," ungkap Kepala SMA Negeri 1 Matauli Pandan, Deden Rachmawan, S.Pd, MM.

Upacara Peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022 ini turut dihadiri oleh Dandenpom 02/Sibolga Letkol CPM Hendi Kurniadi, S.Pd, SH, M.Sc, serta rombongan dari Korem 023/KS, Kepala SMA Negeri 1 Matauli Pandan Deden rachmawan, S.Pd, MM, Ketua Yayasan Matauli Pandan Ny. Fitri Krisnawati Tanjung, para guru dan tenaga pengajar serta para siswa-siswi SMA Negeri 1 Matauli Pandan.

Berikut ini Isi Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia pada peringatan Hari Guru Nasional tahun 2022 yang dibacakan oleh Danrem 023/Kawal Samudera tersebut.

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua,
Om Swastyastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,
Rahayu.

lbu dan Bapak guru sebangsa dan setanah air,
Tiga tahun yang lalu, kami melepas jangkar dan membentangkan layar kapal besar bemama Merdeka Belajar. kebaikan pulau dari Sabang hingga Merauke sudah kita lewati, laut dengan ombak tinggi dan angin kencang sudah kita hadapi.

Ketangguhan ini didorong oleh kemauan kita untuk berubah, meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak lagi sesuai dengan tantangan dan kebutuhan zaman. Hal ini juga didorong oleh semangat kita untuk terus memperbaiki, menciptakan perubahan dan kebaruan yang membawa kita melompat ke masa depan.

Mungkin diantara kita sampai hari ini masih ada yang ragu untuk melakukan perubahan dalam proses pembelajaran di kelas atau dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin satuan pendidikan. Memang, pada dasarnya tidak ada perubahan yang membuat kita nyaman. Jika masih nyaman, artinya kita tidak berubah.

Sebenarnya, bukan hanya guru yang terus didorong untuk berubah. Kami di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) juga memacu diri untuk mengubah, mengubah cara pandang dan cara kerja kami dalam memberikan layanan terbaik bagi pendidik dan peserta didik.

Platform Merdeka Mengajar yang kami luncurkan pada awal tahun ini, sepenuhnya kami rancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi. Platform tersebut kami buat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan, bukan berdasarkan keinginan kami. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat.

Dalam Platform Merdeka Mengajar, guru dapat mengakses modul pembelajaran dengan gratis, mengunggah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran, dan terhubung dengan rekan sesama guru dari daerah lain. Guru di Aceh sekarang bisa belajar dari guru di Papua. Guru di Kalimantan bisa menginspirasi guru-guru yang ada di Jawa.

Saya berterima kasih jutaan kepada lebih dari 1,6 Platform Merdeka Mengajar, yakni para guru yang mau mencoba hal-hal baru, yang tidak takut untuk diperbaiki, yang sadar dan paham bahwa sudah waktunya untuk bertransformasi.

Kami juga terus membuka kesempatan bagi para guru untuk mengikuti program Guru Penggerak yang berbeda dengan program pendidikan yang ada selama ini. Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka adalah guru yang menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya, yang mampu menjadi mentor bagi guru-guru lainnya, dan berani melakukan terobosan-terobosan dalam memperjuangkan yang terbaik bagi muridnya. Inilah generasi baru kepala sekolah dan pengawas.

Sekarang sudah ada 50.000 Guru Penggerak, dan tentunya kami masih akan terus mendorong agar semakin banyak guru di penjuru Nusantara menjadi Guru Penggerak untuk memimpin roda perubahan pendidikan Indonesia. Saya sangat berharap agar seluruh kepala daerah dapat segera mengangkat para Guru Penggerak untuk bisa menjadi kepala sekolah dan pengawas sekolah, para inovator di sekolah dan di lingkungan sekitar.

Begitu pula dengan program persiapan calon guru masa depan kita, khususnya melalui program transformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan yang kini berorientasi pada praktik pengalaman lapangan, mengendapkan metode inkuiri, dan melatih guru melakukan refleksi. Inovasi lainnya adalah kini perkuliahan PPG jauh lebih terintegrasi dengan sekolah, kampus, dan masyarakat melalui sistem digital. Semua ini bertujuan untuk melahirkan para pendidik sejati yang profesional dan adaptif, yang terus memprioritaskan kebutuhan peserta didik, dan yang selalu bersemangat untuk berkolaborasi dalam berinovasi.

Saya pun selalu yakin bahwa ide-ide brilian perlu didukung dengan kesejahteraan para guru. Untuk itulah kami saat ini juga terus memprioritaskan penempatan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK). Saya tidak menutup mata bahwa memang masih banyak hal yang perlu disertakan dalam program ini. Karena itu semua dari kita harus bergotong royong agar target kita, yakni satu juta guru diangkat sebagai ASN PPPK, dapat segera terwujud.

lbu dan Bapak guru yang saya segani dan saya banggakan. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk menyamakan arah perjalanan kita menuju satu tujuan bersama, yakni pendidikan Indonesia yang maju, berkualitas, dan mendekakan.

Terus bentangkan layar kapal besar ini tanpa lelah, dengan serempak dan serentak kami hadirkan inovasi dan transformasi, mewujudkan Merdeka Belajar di seluruh pelosok Nusantara.

Terima kasih.
Wassalamualaikumwarahmatullah wabarakatuh,
Om shanti, shanti, shanti om,
Namo buddhaya.
Jakarta, 25 November 2022
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
Nadiem Anwar Makarim.(MN.16)

Baca Juga : Makin Banyaknya Kader NU Muncul, Bukti Angkat Marwah NU DI PALAS

News Feed