oleh

Bocah 15 Tahun Meninggal Dunia Akibat Tertusuk Egrek di Areal Kebun Sawit Sei Beruhur, Ini Kata Manajemen Kebun

-Peristiwa-851 views

Bocah 15 Tahun Meninggal Dunia Akibat Tertusuk Egrek di Areal Kebun Sawit Sei Beruhur, Ini Kata Manajemen Kebun

LABUSEL.Mitanews.co.id ||


Untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak demikian perumpamaan yang tepat diterima Mariadi orang tua Radit (15 ), pasalnya Radit meninggal dunia di RS Sri Pamela Torgamba (Minggu 22/02/2026) akibat tertusuk egrek (alat panen sawit) di areal perkebunan PTPN IV Regional I Distrik Labusel  kebun Sei Beruhur desa Torgamba kecamatan Torgamba (Labusel). 

Mendengar adanya bocah meninggal dunia di perkebunan plat merah, awak media mencari tahu akan kebenaran informasi ke rumah duka di afd 1 kebun Sei Beruhur. 

Ilham (nama samaran) sedikit memberi keterangan "benar bang Radit meninggal dunia di RS Sri Pamela Torgamba akibat tertusuk egrek sawit di blok i4 sekira pukul 09.30 wib" katanya.

Bermula dari niat menambah pendapatan, Mariadi orang tua Radit menerima pekerjaan upah premi tunasan (pruning) pelepah sawit, diluar jam kerja di hari minggu (22/02/2026), sekira pukul 09.30 wib Radit tiba di areal kerja, sembari berteriak "pak iki bontot bapak (pak ini nasi makan siang bapak -red)" tambah Ilham. 

Mariadi yang lagi mengegrek pelepah sawit terkejut akibat teriakan Radit,egrek pun terjatuh bersamaan dengan pelepah sawit, dan menghempas ketanah selanjutnya egrek sawit mengenai bagian pinggang Radit. 

Selanjutnya Mariadi melakukan pertolongan pertama dengan menyumpal luka Radit untuk mengurangi pendarahan, sembari berteriak minta bantuan pertolongan, tanpa pikir lama Radit di usung ke RS Sri Pamela Torgamba untuk mendapat pertolongan, dan tak berapa lama Radit meninggal dunia" kata Ilham (nama samaran). 

Untuk memastikan keterangan Ilham, awak media menghubungi Indrawan STP QIA manager kebun Sei Beruhur melalui whatsapp nya, dan beliau menyarankan untuk konfirmasi ke Askeb (Asisten Kebun) Pittor Nugraha Hutabarat SP dikarenakan beliau dinas luar. 

Pittor Nugraha Hutabarat SP Askep kebun Sei Beruhur saat di konfirmasi via whatsapp nya mengatakan "benar pak anak karyawan meninggal dunia akibat tertusuk egrek,dan saya sudah arahkan asisten untuk memfollow up semua usaha pertolongan korban, dan teryata korban meninggal dunia di RS Sri Pamela Torgamba, selanjutnya secara bersamaan untuk memberangkatkan almarhum ke TPU setempat"katanya.

Saat kejadian saya tidak di TKP karena saya sedang ibadah minggu, dan usai ibadah saya aktifkan HP,dilayar HP saya mendapat laporan Radit anak karyawan tertusuk egrek dan meninggal dunia di RS Sri Pamela Torgamba,agar lebih jelas, bapak saya undang untuk datang ke kantor esok hari Senin" pesan Pittor Nugraha Hutabarat SP. 

Dikantor nya Pittor Nugraha Hutabarat SP didampingi APK (Asisten Personalia Kebun) Sugiat menyampaikan "didata base kita, tidak ada karyawan dibawah umur, dan kita sebagai perusahaan plat merah tidak dibenarkan mempekerjakan anak dibawah umur, dan saat kejadian Radit mengantar makan siang Mariadi orang tua Radit ke areal kerja si blok i4 tahun tanam 2018 di afd 1 Sei Beruhur " tegas Hutabarat. 

Selanjutnya Hutabarat mengatakan kami seluruh karyawan pimpinan dan pelaksana menyampaikan turut berdukacita terhadap keluarga bapak Mariadi, dan perusahaan segera akan menyerahkan tali asih dukacita kepada Mariadi" kata Hutabarat mengakhiri keterangan nya.***

Baca Juga :
Sat Lantas Polres Sergai Bagikan 100 Takjil