oleh

El Adrian Shah, Patriot Sipil dan Fasilitator FKDM yang Memilih Bekerja dalam Sunyi

-Daerah-90 views

El Adrian Shah, Patriot Sipil dan Fasilitator FKDM yang Memilih Bekerja dalam Sunyi

MEDAN.Mitanews.co.id ||


Di tengah kecenderungan banyak tokoh muda berlomba mencari panggung popularitas, sosok El Adrian Shah, SE, MPI justru memilih jalan berbeda.

Mantan Ketua KNPI Sumatera Utara itu lebih senang bekerja dalam senyap, membangun ruang-ruang kondusif bagi masyarakat, dan mengambil peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah tanpa harus menonjolkan diri.

Julukan “sahabat semua golongan” yang melekat padanya bukan hadir tanpa alasan. Di tengah kesibukannya sebagai tokoh muda dan pengusaha, El Adrian Shah selama hampir empat tahun terakhir konsisten bergabung dan aktif sebagai anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Sumatera Utara, sebuah forum resmi bentukan pemerintah yang memiliki fungsi strategis sebagai mitra deteksi dini terhadap ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan sosial kemasyarakatan.

FKDM sendiri kerap disebut sebagai “intelijen sipil” pemerintah daerah. Forum ini bertugas membaca denyut kehidupan masyarakat, memetakan potensi konflik, hingga memberikan masukan strategis kepada pemerintah agar persoalan tidak berkembang menjadi gejolak yang lebih besar. Dalam ruang inilah, El Adrian Shah memilih mengabdi.

Menariknya, ketika bergabung dengan FKDM, El Adrian Shah masih menjabat sebagai Ketua KNPI Sumut. Di tengah posisi strategis itu, ia tidak menjadikan FKDM sebagai panggung politik, melainkan sebagai ruang pengabdian yang nyata.

Ia hadir bukan untuk mencari sorotan, tetapi untuk memastikan Sumatera Utara tetap berada dalam suasana aman, damai, dan kondusif.

Bagi El, menjaga stabilitas daerah bukan hanya tugas aparat keamanan atau pemerintah semata.

Menurutnya, tokoh masyarakat, pemuda, akademisi, hingga pelaku usaha memiliki tanggung jawab moral yang sama untuk menjaga ketenangan sosial.

“Kadang orang hanya melihat ketika ada persoalan besar. Padahal menjaga agar persoalan itu tidak terjadi jauh lebih penting. Di situlah FKDM bekerja, sering kali tanpa diketahui banyak orang,” ujar salah seorang pengurus FKDM Sumut yang mengenal dekat kiprah El Adrian Shah.

Karakter inilah yang membuat banyak kalangan menilai El sebagai figur muda dengan jiwa patriotik dan nasionalisme yang kuat. Ia tidak mengejar tepuk tangan publik, tetapi lebih memilih hasil nyata.

Bahkan, tidak sedikit agenda-agenda diskusi strategis, silaturahmi, hingga pembahasan isu-isu aktual yang membutuhkan respons cepat dilakukan dengan dukungan pribadinya.

Di luar agenda rutin yang dibiayai Badan Kesbangpol Sumut, El Adrian Shah kerap mengambil peran sebagai fasilitator berbagai pertemuan FKDM.

Ia bukan hanya menyumbangkan tenaga, pemikiran, dan jejaring sosialnya, tetapi juga tidak segan mengeluarkan dukungan materi agar forum-forum strategis tetap berjalan.

Baginya, stabilitas daerah adalah investasi sosial yang jauh lebih penting daripada sekadar pencitraan sesaat. Ketika masyarakat hidup tenang, pembangunan berjalan baik, dan pemerintah dapat bekerja dengan lancar, itulah keberhasilan yang sesungguhnya.

Komitmen itu kembali terlihat pada Rabu (22/4/2026), ketika El Adrian Shah memfasilitasi pertemuan silaturahmi anggota dan pengurus FKDM Sumut di salah satu restoran ternama di Kota Medan.

Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu dihadiri langsung oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut, Dr H Mulyono, serta dipimpin Ketua FKDM Sumut, Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.A.

Dalam kesempatan itu, Mulyono memberikan apresiasi tinggi terhadap peran FKDM yang dinilainya sangat membantu pemerintah daerah menjaga Sumatera Utara tetap kondusif, terutama dalam setahun terakhir.

Menurut Mulyono, FKDM adalah forum yang bekerja dalam sunyi. Ketika situasi daerah aman dan tenang, forum ini jarang terlihat dan jarang disebut. Namun justru di situlah keberhasilannya.

“FKDM ini ibarat bekerja dalam sunyi. Kalau daerah kondusif, mereka tidak banyak dibicarakan. Tapi kalau ada persoalan, barulah orang bertanya, di mana FKDM. Padahal keberhasilan menjaga ketenangan itu adalah kerja besar yang tidak selalu tampak,” ujar Mulyono.

Pernyataan itu seakan menggambarkan sosok El Adrian Shah sendiri—seorang patriot sipil yang memilih berdiri di belakang layar, bekerja tanpa banyak suara, namun nyata menjaga Sumatera Utara tetap berdiri tegak dalam suasana damai.

Di tengah zaman ketika banyak orang sibuk membangun citra, El Adrian Shah justru membangun kepercayaan. Ia memilih jalan sunyi, tetapi jejak pengabdiannya terasa. Dan mungkin, di situlah letak kehormatan seorang tokoh muda sejati.(penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)***

Baca Juga :
Bobby Nasution Bisa Tidur Nyenyak, Zulkifli Sitorus Mulai Buktikan Komitmennya

News Feed