oleh

Heri Wahyudi Nyalakan Mimpi Besar Bobby Nasution dari Gunungan Sampah

-Daerah-121 views

Heri Wahyudi Nyalakan Mimpi Besar Bobby Nasution dari Gunungan Sampah

Oleh Ir Zulfikar Tanjung

Mitanews.co.id ||
Tidak banyak pejabat yang berani berdiri di depan proyek besar yang sejak lama dipenuhi skeptisisme.

Namun Heri Wahyudi Marpaung memilih jalan berbeda. Ia justru tampil di garis depan memastikan cita-cita lama Bobby Nasution menghadirkan pembangkit listrik tenaga sampah di Medan Raya benar-benar bergerak menuju kenyataan.

Selama bertahun-tahun, persoalan sampah di Kota Medan dan kawasan penyangganya Deliserdang nyaris selalu menjadi tema klasik yang berulang.

Gunungan sampah membesar, tempat pembuangan akhir semakin terbebani, sementara solusi permanen terasa berjalan di tempat.

Di tengah situasi itu, gagasan menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) kerap terdengar seperti mimpi besar yang terlalu rumit untuk diwujudkan.

Karena itulah, langkah yang kini ditempuh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memiliki makna jauh lebih besar dibanding sekadar pembangunan fasilitas pengolahan sampah biasa.

Ini bukan hanya proyek infrastruktur lingkungan hidup, melainkan pertaruhan keberanian politik dan keseriusan birokrasi untuk membuktikan bahwa Sumatera Utara mampu keluar dari pola lama penanganan sampah.

Di titik inilah nama Heri Wahyudi Marpaung menjadi penting untuk diperbincangkan.

Sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumut, Heri tampil bukan sekadar menyampaikan optimisme normatif. Ia hadir membawa pesan bahwa proyek PSEL Medan Raya telah bergerak menuju tahap konkret.

Pelelangan direncanakan berlangsung pada Mei 2026 dan groundbreaking ditargetkan terlaksana pada tahun yang sama.

(*Mimpi Besar Mulai Nyata)*

Pernyataan itu bukan sekadar bahasa seremoni birokrasi, tetapi sinyal bahwa mimpi besar tersebut mulai menemukan bentuk nyata.

Lebih dari itu, Heri terlihat memahami bahwa proyek sebesar PSEL tidak cukup dibangun hanya dengan pidato ambisius.

Ia membutuhkan kesiapan teknis, keberanian administratif, serta kemampuan membangun kolaborasi lintas daerah dan lintas institusi.

Ketika banyak pihak masih memandang pesimistis proyek listrik tenaga sampah, Heri justru berbicara tentang detail kesiapan.

Mulai dari pemenuhan kuota sampah 1.200 hingga 1.700 ton per hari dari Medan dan Deliserdang, perluasan lahan TPA Terjun dari lima hektare menjadi sembilan hektare, hingga kesiapan pasokan air sebanyak 1.000 meter kubik per hari untuk mendukung operasional PSEL.

Sikap seperti itu memperlihatkan satu hal penting: Heri tidak sedang menjual mimpi kosong.

Ia sedang menyiapkan fondasi agar visi besar gubernur dapat berdiri di atas perencanaan yang realistis.

*(Keberanian Bobby)*

Dalam konteks kepemimpinan pemerintahan modern, keberhasilan seorang kepala daerah sesungguhnya sangat ditentukan oleh hadir atau tidaknya pembantu-pembantu yang mampu menerjemahkan visi menjadi gerakan nyata.

Dalam proyek strategis PSEL Medan Raya ini, Heri Wahyudi tampak memainkan peran tersebut dengan cukup menonjol.

Ia bukan hanya menjaga ritme teknokrasi tetap berjalan, tetapi juga membawa semangat bahwa pengelolaan sampah tidak boleh lagi dipandang sebagai urusan pinggiran. Sampah harus diubah menjadi energi, menjadi nilai ekonomi, bahkan menjadi simbol kemajuan peradaban kota.

Apalagi proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan listrik sebesar 15 megawatt. Sebuah capaian yang tidak hanya membantu mengurangi tekanan lingkungan, tetapi juga memperlihatkan arah baru pembangunan berkelanjutan di Sumatera Utara.

Keberanian Bobby Nasution menginisiasi kolaborasi pembangunan PSEL Medan Raya tentu menjadi titik awal penting.

Namun keberanian visi itu membutuhkan figur-figur pelaksana yang mampu menjaga nyala optimisme di tengah keraguan publik. Dan sejauh ini, Heri Wahyudi Marpaung memperlihatkan dirinya sebagai salah satu motor penting dari kerja besar tersebut.

Karena pada akhirnya, sejarah pembangunan sering kali tidak hanya ditentukan oleh mereka yang melahirkan gagasan, tetapi juga oleh orang-orang yang bekerja keras memastikan gagasan itu benar-benar hidup.(penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)***

Baca Juga :
Turnamen Domino HUT ke-154 Kota Binjai Meriah, DPD IPK Binjai Dinilai Jadi Motor Penggerak Olahraga