oleh

Kapoldasu Sebut lebih 1 Korban Kerangkeng Bupati Langkat Tewas

-Daerah, Kriminal-1,319 views

MEDAN.Mitanews.co.id | Kapolda Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Panca Putra Simanjuntak menyebut lebih satu korban kerangkeng Bupati Langkat non aktif tewas.

Hal tersebut dikatakan Kapoldasu didampingi Wakapolda, Brigjen Pol Dadang Hartanto berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh pihaknya bersama Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) RI di rumah Bupati Langkat no aktif, Terbit Rencana Peranginangin.

“Temuannya sama seperti itu. Yang kita temukan lebih dari satu,” ujar Panca di Mapolda Sumut, Sabtu, (29/1/2022).

Sementara itu, Komnas HAM menyampaikan hasil investigasi sementara terkait kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin. Komnas HAM mengatakan korban tewas di lokasi itu lebih dari satu.

“Yang meninggal lebih dari satu. Kami menelusuri dapat, Polda juga dapat dengan korban yang berbeda,” kata komisioner Komnas HAM M Choirul Anam di Mapolda Sumut.

Choirul mengatakan, kerangkeng yang dijadikan tempat rehabilitasi itu tidak memiliki izin.

“Faktanya, kita temukan yang terjadi rehabilitasi yang cara melakukan rehabilitasinya penuh dengan catatan-catatan kekerasan sampai hilangnya nyawa,” kata Choirul.

Choirul membenarkan soal pria yang terekam dengan wajah lebam dalam kerangkeng di rumah Terbit Rencana itu. Choirul mengatakan pria itu merupakan korban dari penganiayaan.

“Informasi soal peristiwa apa yang dialami oleh orang yang muncul wajahnya di video tersebut dan solid, apa yang terjadi, itu bagian yang tadi kami sampaikan salah satu yang mendapatkan kekerasan,” paparanya.

Namun demikian, hingga kini Komnas HAM maupun Polda Sumut masih mendalami hal ini.

Sejumlah saksi pun masih terus diperiksa dalam kasus ini.

Sebelumnya, kerangkeng di kediaman Terbit Rencana Peranginangin terungkap setelah tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeldahan pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap raja kecil di Kabupaten Langkat itu. (mn.09)

Baca juga : Sejarawan Unimed Akui Kajang Batu Makam Sultan Pasai dari Aceh

News Feed