oleh

Lurah dan Kades di Tapteng Dicopot Karena Ucapkan Terima kasih ke Bakhtiar, Rahmansyah: Gubernur Sumut Harus Ambil Tindakan

-Politik-61 views

Lurah dan Kades di Tapteng Dicopot Karena Ucapkan Terima kasih ke Bakhtiar, Rahmansyah: Gubernur Sumut Harus Ambil Tindakan

TAPTENG.Mitanews.co.id ||


Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, kembali menyampaikan rasa keprihatinannya atas bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Rahmansyah yakin, bencana yang tidak diinginkan oleh semua pihak tersebut, pasti ada hikmah dibaliknya dan harus senantiasa sabar dalam menghadapinya.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmansyah Sibarani pada Jum'at (2/1/2026), dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, menyikapi musibah dan bencana yang telah memasuki bulan kedua pasca bencana yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Rahmansyah menyampaikan kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution agar segera mengingatkan kepala daerah yang daerahnya ditimpa bencana banjir dan juga tanah longsor, untuk tidak berpolitik dalam menghadapi musibah tersebut.

"Karena kita tahu betul, Presiden Prabowo Subianto sudah menyampaikan dan mengajak seluruh anak bangsa untuk bersama-sama bertanggung jawab menghadapi musibah banjir dan longsor tersebut, yakni untuk ikut meringankan beban saudara-saudara kita yang ditimpa musibah banjir dan tanah longsor," kata Rahmansyah dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.

Bahkan Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah tersebut.

"Namun hari ini kita sangat terkejut karena ada informasi yang  kita dapatkan di Kabupaten Tapanuli Tengah, bahwa ada beberapa lurah dan kepala desa justru malah dicopot hanya karena mengucapkan terima kasih kepada Mantan Bupati Tapanuli Tengah, Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani, karena telah membantu memulihkan desa dan kelurahan serta warganya masing-masing dalam penanganan bencana yang dihadapi mereka," jelas Rahmansyah.

Oleh sebab itu, Rahmansyah meminta kepada Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution agar mengingatkan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu untuk tidak berpolitik, karena ini bukan lagi zamannya Pilkada, namun saat ini situasinya sedang bencana.

"Seharusnya Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu berterima kasih, ada tokoh yang ikut membantu warganya dalam penanganan bencana yang dihadapi oleh masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah," tegas Rahmansyah.

Rahmansyah menegaskan, bahwa pihaknya akan menelusuri apakah ada pesan WhatsApp atau 'surat cinta', hingga rekaman dari Bupati/Wakil Bupati, ataupun pihak Inspektorat yang memperingatkan para kepada kepala desa dan lurah tersebut, hingga akhirnya dicopot hanya karena menyampaikan ucapan terimakasih kepada mantan Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Sibarani dalam membantu daerahnya dan juga warganya yang tertimpa musibah.

"Tentu kami selaku anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara meminta kepada Gubernur dan  Inspektorat Sumatera Utara untuk proaktif menindaklanjuti berita ini. Kami juga akan menyurati kepada Kemendagri melalui Irjen Kemendagri, dan juga akan menyampaikan ke DPR RI maupun ke bapak Presiden Republik Indonesia terkait persoalan ini," jelasnya.

Rahmansyah mengungkapkan, bahwa tanggung jawab bencana ini adalah merupakan tanggung jawab bersama.

"Jadi, jangan ada lagi politik yang dilakukan oleh kepala daerah. Saya ingatkan kepada Bapak Bupati Masinton, bahwa kami juga ketua partai politik di Tapanuli Tengah yang memiliki kursi mayoritas di DPRD, agar jangan lagi berpolitik, terutama dalam situasi bencana ini. Jika informasi yang beredar tersebut benar adanya, maka hal tersebut sangat kita sesalkan," ungkap Rahmansyah yang juga Ketua DPD Partai NasDem Tapanuli Tengah.

Lebih lanjut, Rahmansyah menyampaikan bahwa dibawah kepemimpinan Masinton Pasaribu sebagai Bupati Tapanuli Tengah maupun Camat Kecamatan Barus, sampai saat ini tidak kunjung datang melihat warga yang tertimpa dan terdampak bencana di kecamatan tersebut, diantaranya warga Tambak Kelurahan Pasar Batu Gerigis maupun warga Bopet di Desa Pasar Terandam yang rumahnya hancur akibat bencana.

"Memang musibah yang dialami warga saat ini tak semudah membalikkan telapak tangan untuk menanganinya. Tapi minimal datanglah dia (Masinton) maupun camatnya mengunjungi masyarakat tersebut dan berikanlah semangat kepada mereka, walau hanya sekali saja," harapnya.

Tapi anehnya, lanjut Rahmansyah, saat mantan Bupati Tapanuli Tengah, Bapak Bakhtiar Sibarani yang membantu masyarakat dan pemerintahan saat ini, justru malah ada kesan kepala daerahnya yang "kebakaran jenggot".

“Dan perlu juga kita ingatkan kepada bupati, kalau berkunjung ke kecamatan itu, janganlah pula tengah malam, seperti ke Ujung Batu. Karena bagaimanalah mau tahu kondisi daerah tersebut, apa yang sebenarnya terjadi. Jangan dulu ribut, akhirnya dia datang yang kabarnya larut malam,"beber Rahmansyah.

Selain itu, Rahmansyah juga menyampaikan bahwa cukup banyak warga dari berbagai desa/kelurahan yang mengalami musibah bencana banjir dan tanah longsor, meminta pihaknya bisa turun ke daerah mereka.

"Namun melalui kesempatan ini saya beri jawaban bahwa kita sangat berkeinginan datang kesana dengan segala kemampuan yang ada pada diri kita. Namun yang sangat kita jaga adalah hal yang seperti ini akan terjadi, dimana yang kasihan adalah Lurah/Kepala Desanya yang akan kena copot, kalau kita berkunjung ke daerah tersebut. Makanya sebagai Anggota DPRD Sumatera Utara, kita meminta kepada Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution untuk betul-betul memperhatikan persoalan yang terjadi di Tapanuli Tengah ini," jelasnya mengakhiri.(MN.16)***

Baca Juga :
Sidak Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Wabup Minta Layanan Kepada Masyarakat Ditingkatkan