oleh

Manajemen Talenta Jadi Ujian Nyata Reformasi Birokrasi, Publik Diminta Awasi Implementasinya

-Daerah-213 views

Manajemen Talenta Jadi Ujian Nyata Reformasi Birokrasi, Publik Diminta Awasi Implementasinya

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Samosir kini tidak lagi sekadar agenda teknokratis, melainkan telah menjadi ujian nyata komitmen reformasi birokrasi.

Publik menaruh perhatian besar pada konsistensi pelaksanaannya, mengingat sistem ini dirancang untuk menutup ruang praktik non-merit yang selama ini menjadi kritik terhadap tata kelola kepegawaian di berbagai daerah.

Manajemen Talenta, sebagaimana ditegaskan Pemerintah Kabupaten Samosir dan Kantor Regional VI BKN Medan, menempatkan kompetensi, kinerja, dan integritas sebagai satu-satunya dasar pengembangan karier ASN. Prinsip ini secara langsung berhadapan dengan kebiasaan lama birokrasi yang kerap dinilai tidak sepenuhnya objektif oleh masyarakat.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menekankan bahwa sistem ini harus dipahami sebagai perubahan paradigma, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif kepada pemerintah pusat.

> “Jika Manajemen Talenta hanya berhenti pada sosialisasi, maka esensinya hilang. Yang dibutuhkan adalah keberanian menjalankannya secara konsisten, meski tidak selalu nyaman,” tegas Ariston.

Pernyataan tersebut sekaligus menandai sikap pemerintah daerah bahwa ke depan penilaian ASN tidak boleh lagi ditafsirkan secara longgar. Setiap jabatan harus dapat dipertanggungjawabkan secara objektif melalui indikator yang terukur dan dapat diaudit.

Dari sisi regulator, Kepala Kanreg VI BKN Medan Janri HUP Simanungkalit mengingatkan bahwa Manajemen Talenta merupakan instrumen nasional yang memiliki konsekuensi langsung terhadap evaluasi kinerja pemerintah daerah.

> “Sistem ini meninggalkan jejak digital dan data nasional. Artinya, setiap keputusan kepegawaian dapat ditelusuri dan dievaluasi,” ujarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa ruang diskresi yang tidak berbasis data akan semakin menyempit. ASN dengan penilaian tinggi akan tercatat dalam basis data talenta nasional, sementara keputusan yang menyimpang dari peta talenta berpotensi memunculkan pertanyaan administratif hingga evaluasi kebijakan.

Pengamat birokrasi menilai, keberhasilan Manajemen Talenta sangat ditentukan oleh keteguhan pimpinan daerah dalam menahan tekanan internal maupun eksternal. Sebab, tantangan terbesar bukan pada sistem, melainkan pada keberanian meninggalkan pola lama yang telah mengakar.

Dalam konteks ini, keterlibatan UNPRI Medan dipandang strategis untuk memastikan bahwa Manajemen Talenta tidak berhenti pada pemetaan, tetapi diikuti peningkatan kapasitas ASN secara berkelanjutan. Namun demikian, peningkatan kapasitas tanpa keadilan dalam penempatan jabatan dinilai akan kehilangan makna.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyatakan bahwa penerapan Sistem Merit melalui Manajemen Talenta harus menjadi fondasi birokrasi daerah yang profesional dan berorientasi pelayanan.

> “Reformasi birokrasi menuntut konsistensi. Jika kita sepakat pada Sistem Merit, maka semua pihak harus tunduk pada mekanisme itu,” ujar Vandiko.

Kini, Manajemen Talenta tidak hanya menjadi kebijakan internal Pemkab Samosir, tetapi juga kontrak moral dengan publik. Keberhasilannya akan diukur bukan dari dokumen dan presentasi, melainkan dari praktik nyata: apakah jabatan benar-benar diisi oleh ASN yang berkompeten dan berintegritas.

Publik, media, dan lembaga pengawas diharapkan ikut mengawal implementasi kebijakan ini. Sebab dalam birokrasi modern, transparansi dan pengawasan publik adalah bagian tak terpisahkan dari reformasi itu sendiri.***

Baca Juga :
Wali Kota Sibolga Terima Kunjungan Dandim 0211/TT, Bahas Percepatan Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih