oleh

Misteri Karyawan SPBU di Abdya Meninggal Tergantung Belum Terungkap, Keluarga Temukan Banyak Kejanggalan

-Peristiwa-1,787 views


Misteri Karyawan SPBU di Abdya Meninggal Tergantung Belum Terungkap, Keluarga Temukan Banyak Kejanggalan

ABDYA.Mitanews.co.id ||


Sekira pukul 16.00 WIB pemandangan mengerikan di dalam sebuah rumah, Kompleks perumahan dinas desa Baharu Kecamatan Blangpidie kabupaten Aceh Barat Daya, amat mengejutkan warga.

Jasad seorang pria yang sudah tak bernyawa ditemukan dengan leher menggantung di kain ayunan anaknya. Para tetangga pun berbondong-bondong datang. Selain karena penasaran, pemandangan itu memang Mengerikan dan meninggalkan banyak kejanggalan

Satu pekan yang lalu, tepatnya pada Rabu sore, 1 Mei 2024, jasad yang diketahui berinisial FJ (40) itu mengenakan seragam Pertamina. Kain sarung yang dijadikan ayunan terlihat menyangkut di dagu terikat ke plafond rumah.

Di hadapannya ada sebuah kursi plastik dengan sajadah yang terlipat di atas kursi. Sementara dibelakang jasad yang tergantung terdapat sebuah meja kaca yang berangka besi. Ujung kaki FJ menyentuh lantai, sebagaimana dalam dokumentasi yang diperoleh Mitanews.co.id.

Istri korban Nurlaili yang melihat pemandangan itu segera menghubungi perangkat desa dan selanjutnya menghubungi kepolisian. Kepolisian segera datang dan melakukan olah tempat kejadian perkara, serta di bawa ke Rumah Sakit Umum Tengku Pekan (RSUTP) untuk dilakukan visum.

Selang enam jam usai kejadian pada pukul 22.00 WIB Kepala Satuan Reserse Kriminal, Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor Aceh Barat Daya, AKP Erjan Dasmi, langsung memaparkan kepada awak media jika FJ diduga kuat melakukan bunuh diri akibat tekanan hutang.

"Kejadian tersebut diduga terkait tekanan utang yang ditagih oleh pihak koperasi. Namun, metode penagihan yang digunakan oleh koperasi tersebut belum diketahui, yang menyebabkan banyak warga yang berutang mengalami kesulitan," ujarnya.

Dari tempat kejadian perkara polisi juga mengamankan beberapa barang bukti berupa
tali nilon dan kain sarung untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga telah melakukan olah TKP, mendengarkan keterangan saksi, membawa jenazah untuk visum, dan menyerahkan mayat korban kepada keluarga

Kecurigaan Keluarga

Satu hari usai kejadian tepatnya pada Kamis, 2 Mei 2024 abang kandung mendiang FJ bernama Syahidin (53), mengaku kepada Mitanews.co.id menemukan sejumlah kejanggalan. Dirinya menduga jika adik kandungnya itu bukan murni bunuh diri.

"Saya melihat sendiri jasad adik saya waktu kejadian tersebut, kain sarung tidak melilit di leher namun hanya menyangkut di dagu tidak seperti umumnya jenazah yang gantung diri, mata tidak terbuka dan lidah tidak terjulur," ujar Syahidin.

Hal senada juga di ungkapkan Sumardi (50) yang juga merupakan Abang kandung FJ jika kondisi perabotan meja kaca dan kursi plastik yang sangat dekat dengan tubuh FJ. Semuanya masih rapi bahkan sajadahpun terlihat terlipat degan rapi di atas kursi plastik.

Menurutnya seorang yang meregang nyawa saat gantung diri seharusnya meronta-ronta. Kaki yang berusaha mencari sesuatu sangat mungkin mengubah posisi meja dan kursi itu. Nyatanya, kata dia, perabotan tersebut tetap di tempat semula.

" Yang kami lihat jasat tidak tergantung, Ketika ditemukan, telapak kaki FJ menyentuh lantai. Jika FJ berniat gantung diri pasti tidak meninggal jika kakinya masih menyentuh lantai," ujar Sumardi.

Atas kejanggalan-kejanggalan tersebut, Syahidin dan Sumardi meminta kepolisian mengadakan penyelidikan lanjutan. Pihak keluarga meminta agar jenazah FJ diautopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.(Ali)***

Baca Juga :
KPU Kota Binjai, Perpanjang Pendaftaran PPS untuk 9 Kelurahan

News Feed