PC HIMMAH Asahan Gagas Program Desa Binaan, di Desa Suka Makmur Kecamatan BP Mandoge
ASAHAN.Mitanews.co.id ||
Desa Suka Makmur, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, kini menjadi salah satu desa binaan Pimpinan Cabang Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Asahan Ahad, (09/05/2026)
Di bawah kepemimpinan Hamdriansyah Futra Samosir bersama sahabat Mahyaruddin Hasibuan sebagai Wakil Ketua PC HIMMAH Asahan Melalui semangat pengabdian dan kepedulian terhadap masyarakat, keduanya terus mengaplikasikan nilai-nilai Panca Amal HIMMAH sebagai landasan perjuangan dalam membangun generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan ajaran Islam.
Kehadiran HIMMAH di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan program organisasi, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar mencerdaskan kehidupan umat dan memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan masyarakat desa.
Dalam proses pembinaan tersebut, perhatian utama diberikan kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan agama. Kegiatan mengaji Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin guna menanamkan kecintaan terhadap kitab suci sejak usia dini.
Tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, pembinaan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter yang santun, disiplin, dan menghormati orang tua serta sesama.
Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kekeluargaan, anak-anak dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang memiliki pemahaman agama yang baik serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Selain kegiatan pembelajaran di lingkungan pendidikan, para pengurus dan kader HIMMAH juga aktif turun langsung dari satu rumah ke rumah masyarakat lainnya.
Kunjungan tersebut menjadi sarana silaturahmi sekaligus media dakwah untuk memperkuat pembinaan adab dan akhlak di tengah masyarakat. Melalui pendekatan yang santun dan persuasif, mereka berupaya menanamkan pentingnya pendidikan Agama, etika, serta kepedulian sosial dalam kehidupan keluarga.
Langkah ini menunjukkan bahwa dakwah tidak hanya dilakukan di mimbar, tetapi juga melalui keteladanan dan kedekatan dengan masyarakat.
Di sisi lain, upaya membangkitkan pendidikan Perguruan Al Washliyah di Desa Suka Makmur juga terus digalakkan sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menjaga warisan perjuangan ulama dan tokoh Al Jam’iyatul Washliyah.
Pendidikan dipandang sebagai kunci utama dalam membangun peradaban masyarakat yang maju dan berakhlakul karimah. Oleh sebab itu, semangat menghidupkan kembali gairah belajar dan memperkuat lembaga pendidikan Al Washliyah menjadi bagian penting dari gerakan pengabdian yang dilakukan.
Melalui program pembinaan yang berkesinambungan ini, diharapkan Desa Suka Makmur dapat menjadi contoh desa yang religius, berpendidikan, dan memiliki generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan serta kuat dalam nilai-nilai moral dan spiritual.
Semangat pengabdian yang ditunjukkan oleh Hamdriansyah Futra Samosir dan Mahyaruddin Hasibuan menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya hadir sebagai kaum intelektual di ruang akademik, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***
Baca Juga :
3 Tahun Jurtul Judi, Warga Pantai Cermin Kanan Diciduk




















