oleh

Polisi Buru Penembak Alumni Unika Santo Thomas

-Daerah-879 views

MEDAN.Mitanews.co.id | Polisi saat ini tengah memburu penembak Juang Parlindungan Naibaho yang merupakan Alumni Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas.

Karena itu, polisi mengimbau pelaku untuk seger menyerahkan diri.

“Dari keterangan saksi, peristiwa cekcok itu berawal dari saling ejek hingga berujung penembakan. Kami mengimbau pelaku segera menyerahkan diri. Memberikan keterangan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, Selasa, (18/1/2022).

Lebih lanjut Juru Bicara Polda Sumut ini menjelaskan, peristiwa penembakan itu sendiri terjadi pada hari Minggu (16/1/2022).

“Saat itu, korban dan pelaku yang bertemu di salah satu poskamling di Jalan Flamboyan Raya Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang sempat cekcok mulut,” jelas Hadi.

Berawal dari pertengkaran beberapa orang yang sedang berada di salah satu poskamling, pelaku berinisial IHMS kemudian mengeluarkan senjata dan menembakkan ke arah korban sebanyak enam kali.

Akibatnya, peluru mengenai korban dan menyebabkan luka tembak pada bagian pipi.

“Saat terjadi keributan itu tersangka IHMS ini mengeluarkan senjata. Yang menurut keterangan saksi yang diperiksa senjata jenis airsoftgun,” jelas Hadi.

Kemudian, kata Hadi, sejumlah saksi dalam peristiwa tersebut sudah diperiksa penyidik Polsek Sunggal, termasuk istri pelaku.

“Namun, hingga kini pelaku belum ditangkap lantaran melarikan diri,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang warga di Medan mengalami luka tembak setelah letusan senjata milik pelaku mengenai pipi korban. Penembakan tersebut dipicu cekcok antara korban dan pelaku.

Sementata itu, pihak rektorat Unika Santo Thomas mengaku sangat kaget dengan peristiwa itu.

“Sungguh kaget dengan kejadian yang terjadi di belakang kampus ini. Apalagi yang terkena musibah adalah alumni kita,” ujar Rektor Unika Santo Thomas, Sihol Situngkir.

Sihol mengungkapkan rasa turut prihatin atas peristiwa yang dialami Juang.

Menurutnya, pertikaian yang berujung penembakan dialami Juang diduga karena adanya keberadaan dua kafe hiburan malam di sekitar lokasi kampus, yakni Kafe Naganteng dan Kafe Jambu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pelaku yang menyerang Juang pun adalah salah satu pemilik kafe tersebut yang diduga cemburu.

Sebab, portal menuju kafenya ditutup sementara ke kafe Jambu dibuka. Padahal dikabarkan sudah ada perjanjian masyarakat sekitar pukul 23.00 WIB portal menuju ke dua kafe ditutup.

Sayangnya di malam itu Juang bersama penjaga keamanan sedang tidur dan anggotanya yang bertugas menjaga portal.

Namun, anggotanya juga tertidur sehingga portal terbuka dan akses ke Kafe Jambu terbuka sementara ke Kafe Naganteng tertutup.

“Akhirnya pemilik kafe tidak senang dengan perlakukan demikian dan berujung menembak Juang dengan airsoftgun,” ungkapnya.

Atas kejadian ini, kata Sihol, pihaknya menyatakan sikap agar Kapolda Sumatera Utara mengambil langkah tegas dan terukur untuk menuntaskan kasus kekerasan dan penembakan terhadap Juang Naibaho yang merupakan warga setempat.

“Bahkan apabila terbukti, sekaligus mencopot jajaran kepolisian dan pemerintahan setempat yang diduga melakukan pembiaran atas keberadaan kafe tersebut,” pungkasnya. (mn.09)

Baca juga : Kapolres Palas : Percepatan Vaksinasi Anak,Peran Orangtua dan Guru Sangat Diharapkan.

News Feed