Produksi Rokan dan Banyu Urip Tertekan, Akasia Prima Hadirkan Angin Segar
JAKARTA.Mitanews.co.id ||
Di tengah tantangan menjaga produksi minyak nasional, sebuah sumur di Lapangan Akasia Prima, Jawa Barat, mencatat hasil yang jauh melampaui ekspektasi.
Sumur AKP-002 yang semula ditargetkan menghasilkan 896 barel minyak per hari (BOPD) justru mampu mengalirkan 2.546 BOPD setelah menjalani kegiatan intervensi sumur.
Capaian tersebut menjadi salah satu kabar menggembirakan bagi sektor hulu migas nasional.
Hasil produksi yang hampir tiga kali lipat dari target itu menunjukkan potensi optimalisasi sumur eksisting masih dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya peningkatan lifting minyak nasional.
Keberhasilan itu dilaporkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dr. Ir. Djoko Siswanto, MBA, kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Wakil Menteri ESDM, Komisi Pengawas SKK Migas, serta para pimpinan sektor hulu migas.
Menurut Djoko, kegiatan well intervention dilakukan pada Sumur AKP-002 yang berada di Field Jatibarang, Jawa Barat, dan dikelola Pertamina EP Zona 7, Region 2, Asset 3. Pekerjaan dimulai pada 11 Mei 2026 menggunakan rig berkapasitas 550 HP.
Objektif utama kegiatan tersebut adalah melakukan re-perforasi lapisan GL pada interval 2.340 hingga 2.346 meter measured depth (mMD), perforasi lapisan CGL pada interval 2.334,5 hingga 2.340 meter mMD, serta pekerjaan CTU solvent dan unload menggunakan nitrogen (N2).
Setelah pekerjaan selesai dan rig dinyatakan release pada 28 Mei 2026, dilakukan uji produksi terhadap sumur tersebut.
Hasilnya menunjukkan laju alir mencapai 2.546 BOPD secara natural flow, jauh melampaui target awal sebesar 896 BOPD.
"Pada saat yang sama sumur langsung dapat diproduksikan atau put on production (POP)," kata Djoko dalam laporannya yang disampaikan saat berada di Mekkah, Arab Saudi.
Secara operasional, pekerjaan dikerjakan menggunakan Rig ADI#12 dengan total waktu pelaksanaan selama 17 hari.
Keberhasilan Sumur AKP-002 menjadi penting karena industri hulu migas nasional saat ini menghadapi tantangan penurunan produksi alami dari sejumlah lapangan besar.
Karena itu, strategi optimalisasi sumur eksisting melalui kegiatan workover, well intervention, dan perawatan sumur menjadi salah satu andalan untuk menjaga tingkat produksi nasional.
Djoko mengungkapkan hingga akhir 2026, SKK Migas bersama Pertamina dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) masih akan menjalankan berbagai program untuk mendongkrak produksi migas nasional.
Program tersebut mencakup pengeboran 34 sumur eksplorasi yang diharapkan menghasilkan temuan baru minyak dan gas bumi, terutama di wilayah offshore Kalimantan Timur dan Papua.
Selain itu, akan dilakukan pengeboran 617 sumur pengembangan yang ditargetkan memberikan tambahan produksi rata-rata 100 hingga 200 BOPD per sumur.
Sebanyak 564 kegiatan workover juga dijadwalkan berlangsung dengan target tambahan produksi rata-rata sekitar 20 BOPD per sumur.
Tak hanya itu, sebanyak 25.265 kegiatan perawatan sumur akan dilakukan sepanjang tahun dengan harapan mampu menghasilkan tambahan produksi rata-rata sekitar 10 BOPD per sumur.
Menurut Djoko, berbagai program tersebut diharapkan dapat membantu menutup laju penurunan produksi yang terjadi di sejumlah lapangan utama nasional, termasuk Lapangan Banyu Urip dan Blok Rokan yang menghadapi tantangan penurunan reservoir serta gangguan operasi yang tidak direncanakan.
Ia optimistis sinergi antara SKK Migas, Pertamina, dan seluruh KKKS akan mampu menjaga momentum peningkatan produksi migas nasional.
"Insya Allah bersama kita bisa. Lifting naik, bisa, bisa, bisa," ujar Djoko dalam laporannya yang juga dikirimkan ke Riausatu.com, Sabtu sore, 30 Mei 2026.
Keberhasilan Sumur Akasia Prima menjadi bukti bahwa upaya optimalisasi aset produksi yang sudah ada masih mampu memberikan hasil signifikan.
Di tengah kebutuhan meningkatkan lifting minyak nasional, capaian tersebut menjadi suntikan optimisme bagi industri hulu migas Indonesia.***
Baca Juga :
27 Pengunjung Captain Amerika dan Ryan Cafe Positif Narkoba



















