oleh

Taman Sitolu Hae Horbo Jadi Sorotan, Warga Pangururan Pertahankan Jejak Budaya Leluhur

-Daerah-151 views

Taman Sitolu Hae Horbo Jadi Sorotan, Warga Pangururan Pertahankan Jejak Budaya Leluhur

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Di tengah geliat penataan wajah Kota Pangururan sebagai kawasan wisata dan pusat aktivitas masyarakat, keberadaan Taman Sitolu Hae Horbo kini menjadi perhatian publik.

Taman yang berdiri di kawasan strategis segitiga pintu masuk Kota Pangururan, tepat di depan Kantor Polsek Pangururan itu, dinilai bukan sekadar ruang terbuka hijau, melainkan simbol sejarah dan identitas budaya masyarakat Bius Sitolu Hae Horbo yang telah diwariskan turun-temurun.

Selama bertahun-tahun, taman tersebut menjadi tempat berkumpul masyarakat, lokasi bersantai keluarga, hingga ruang pertemuan warga dan wisatawan yang datang menikmati suasana Kota Pangururan di tepian Danau Toba. Keberadaannya bahkan telah menjadi ikon yang melekat kuat di hati masyarakat setempat.

Namun belakangan, penataan yang dilakukan di kawasan taman memunculkan keresahan dari sejumlah warga dan keturunan Bius Sitolu Hae Horbo. Mereka menilai perubahan yang terjadi dilakukan tanpa komunikasi yang cukup dengan tokoh adat maupun keturunan pemilik sejarah budaya taman tersebut.

Efendy Naibaho, salah satu tokoh keturunan Sitolu Hae Horbo, menegaskan bahwa identitas taman tidak boleh hilang di tengah pembangunan dan penataan kota.

Menurutnya, nama Sitolu Hae Horbo memiliki makna sejarah yang tidak dapat dipisahkan dari perjalanan budaya masyarakat Pangururan.

“Ini bukan hanya taman biasa. Taman Sitolu Hae Horbo adalah warisan budaya dan ciri khas Kota Pangururan. Nama dan nilai sejarahnya harus tetap dijaga agar generasi berikutnya mengetahui akar budaya mereka,” ujar Efendy kepada wartawan, Jumat (16/5/2026).

Ia menyebut, pemerintah seharusnya mengedepankan dialog sebelum melakukan perubahan penataan agar nilai budaya yang terkandung di kawasan tersebut tetap terpelihara.

“Kami tidak menolak pembangunan. Tetapi penataan seharusnya sejalan dengan semangat menjaga budaya Bius Sitolu Hae Horbo. Jangan sampai ada perubahan mendadak tanpa koordinasi sehingga masyarakat merasa kehilangan bagian penting dari sejarahnya sendiri,” katanya.

Keresahan warga semakin bertambah setelah hilangnya ornamen gaba-gaba salib yang sebelumnya berdiri di kawasan taman. Ornamen tersebut disebut sebagai bagian dari simbol budaya Kristen di Bius Sitolu Hae Horbo.

Arifin Naibaho (69), warga Pangururan, mengaku telah membuat laporan ke Polres Samosir atas dugaan hilangnya ornamen tersebut.

Laporan itu disampaikan pada Jumat (16/5/2026) dan diterima petugas SPKT Polres Samosir setelah dirinya mendapati gaba-gaba salib yang sebelumnya terpasang di taman sudah tidak berada di lokasi.

“Saya berharap gaba-gaba salib itu dapat dipasang kembali karena itu bagian dari identitas yang berbudaya di Sitolu Hae Horbo,” ucap Arifin.

Bagi masyarakat Pangururan, keberadaan Taman Sitolu Hae Horbo bukan hanya memperindah kota, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Pangururan dibangun di atas nilai sejarah, adat, dan warisan leluhur yang harus dijaga bersama.

Warga pun berharap setiap pembangunan di kawasan ruang publik tetap menghormati akar budaya lokal agar modernisasi tidak menghapus jejak sejarah yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Samosir.***

Baca Juga :
Bobby Nasution Bertindak! Mobil Dinas Nunggak Pajak Langsung Ditahan

News Feed