oleh

Tidak Tahu Kapan Pemerintah Hadir,  Barnangkoling Gotroy Perbaiki Jalan 

-Daerah-1,179 views

      

TAPSEL, Mitanews.co.id | Karena tidak tahu kapan pemerintah hadir, penduduk Desa Barnangkoling, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Provinsi Sumatera Utara atau Sumut sepakat berinisiatif sendiri memperbaiki jalan kabupatan menuju desa mereka, Ahad (16/01/2022).

Perbaikan jalan kabupaten jurusan Sosopan, Kecamatan Angkola Timur menuju Desa Barnangkoling tersebut melibatkan puluhan anggota masyarakat dipimpin langsung Kepala Desa Barnangkoling, Borkat Siregar, disaksikan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Barnangkoling, Ali Abbas Siregar serta tokoh masyarakat lainnya.

“Biarlah kami masyarakat desa Barnangkoling, Kecamatan Sipirok kabupaten Tapanuli Selatan terus brrgotong-royong memperbaiki jalan kabupaten dari Sosopan ke desa kami, karena kami juga yang akan merasakan bagaimana susahnya mendorong kendaraan seperti truk saat melewati jalan rusak berat,” kata Drs. Muhammad Hasbi Siregar, salah seorang tokoh masyarakat Desa Barnangkoling di sela-sela berlangsungnya gotong royong itu.

Dikatakan, meskipun Bapak-bapak di atas sana sebagai pemerintah Kabupaten Tapsel ini dengan gagahnya memakai seragam jabatan, sepatu mengkilat dan mobil bagus untuk berangkat ke kantor kantor Bupati di komplek perkantoran mewah dihiasi taman-taman yang asri dan pemandangan yang serba menyenangkan dengan melewati jalan mulus.

“Tetapi kami yakin dan percaya Allah Azza Wajalla tidak pernah alfa untuk mencatat dan nanti akan bertanya, bisakah anda berlaku adil selama anda diberi kesempatan sebagai pemimpin ? Kita tunggu hari akan dibuka catatan kedzaliman yang dialamatkan kepada kami tersebut,” katanya lagi seperti menyerah dengan nasib yang mereka derita di kawasan Luat Harangan itu.

Keterangan lain yang diperoleh Mitanews.co.id  mengatakan, banyak sudah yang dilakukan masyarakat yang tergabung di enam desa tersebut untuk lepas dari kungkungan terisolir, terbelakang, tertinggal akibat terdzolimi pengambil keputusan di Kabupaten Tapsel hingga hari ini.

“Hanya aksi unjukrasa massa masyarakat kawasan Doloksordang & sekitarnya itu yang belum dilakukan untuk mengetuk pintu hatinurani pemerintah guna melihat penderitaan masyarakat akibat hampir tidakadanya sentuhan pembangunan yang benar-benar berpihak pada masyarakat,” kata para tokoh masyarakat seperti mengultimatum.

Demikian juga dalam chattingan anggota masyarakat kawasan Doloksordang di aplikasi WhatsApp (WA) Group, banyak pendapat yang mengatakan, aksi massa warga kawasan Doloksordang yang hingga saat ini belum dilakukan, bila itu diperlukan, tidak ada masalah bagi masyarakat.

“Bisa jadi pemerintah dalam waktu dekat masih mendengarkan masyarakat kawasan Doloksordang dan sekitarnya yang berkeinginan adanya pembangunan yang benar-benar berpihak pada rakyat enam desa di kawasan Doloksordang,” kata salah satu pendapat anggota WAG itu. (MN.03).

Baca juga : Sat Reskrim Polres Asahan Amankan 2 Pelaku Penganiayaan yang Terjadi di Desa Perbangunan

News Feed