oleh

Warisan Kebaikan Pendiri ALS Terus Hidup, Chandra Lubis Sambut Jamaah Haji Kloter 5 dengan Nasi Kotak untuk Semua

-Daerah-76 views

Warisan Kebaikan Pendiri ALS Terus Hidup, Chandra Lubis Sambut Jamaah Haji Kloter 5 dengan Nasi Kotak untuk Semua

MEDAN.Mitanews.co.id ||


Jarum jam menunjukkan pukul 02.23 WIB, Minggu (7/6/2026). Di tengah suasana dini hari yang masih menyelimuti Asrama Haji Medan, ratusan jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 5 Debarkasi Medan satu per satu memasuki aula kedatangan setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci.

Di tengah kesibukan penyambutan jamaah, tampak sosok yang tak asing bagi masyarakat Sumatera Utara.

Direktur PT Antar Lintas Sumatera (ALS), H. Chandra Lubis, turun langsung mengoordinasikan pembagian nasi kotak yang telah disiapkan untuk seluruh jamaah Kloter 5, termasuh petugas debarkasi.

Nasi kotak tersebut bukan sekadar hidangan pelepas lapar setelah perjalanan panjang. Di baliknya tersimpan kisah tentang warisan kepedulian yang terus dijaga lintas generasi.

Bantuan itu berasal dari keluarga besar almarhum H. Sati Lubis dan Hj. Chairani Nasution, pendiri ALS sekaligus orang tua Chandra Lubis. Tradisi berbagi kepada jamaah haji, menurut Chandra, telah dilakukan keluarganya sejak puluhan tahun lalu dan menjadi bagian dari nilai yang diwariskan kedua orang tuanya.

“Ini merupakan amal saleh yang telah dicontohkan ayahanda dan ibunda kami sejak lama. Ketika mereka masih hidup, perhatian kepada jamaah haji selalu menjadi bagian dari kepedulian keluarga. Insya Allah, sebagai anak, kami berusaha meneruskan apa yang telah mereka tanamkan,” ujar Chandra Lubis kepada wartawan.

Yang menarik, bantuan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi jamaah dari daerah tertentu. Seluruh jamaah Kloter 5 menerima nasi kotak yang sama, tanpa membedakan asal daerah.

Kloter 5 Debarkasi Medan sendiri terdiri atas jamaah dari berbagai wilayah, teebanyk dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan Medan.

Nasi kotak juga InsyaAllah kata Chandra dibagikan kepada kloter yang membawa jamaah Mandailing Natal, Kota Padangsidimpuan, Padang Lawas Utara, Padang Lawas dan Labuhan Batu.

Setibanya di asrama haji pada dini hari, banyak jamaah terlihat langsung menyantap makanan yang telah tersedia. Setelah menjalani penerbangan panjang, kehadiran nasi kotak tersebut menjadi penyambut sederhana yang menghadirkan kenyamanan bagi para tamu Allah yang baru kembali dari Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara, Dr. H. Zulkifli Sitorus, yang turut menyambut kedatangan jamaah, menyampaikan apresiasi atas kepedulian keluarga besar ALS.

Menurutnya, selama ini terdapat kebiasaan yang dijaga dalam penyambutan jamaah haji di Asrama Haji Medan, yakni apabila ada pihak yang ingin memberikan bantuan konsumsi, maka sebaiknya diberikan kepada seluruh jamaah dalam satu kelompok terbang.

“Semangatnya adalah kebersamaan. Karena itu, jika ada bantuan makanan, dianjurkan untuk seluruh jamaah dalam satu kloter sehingga semua dapat merasakan perhatian yang sama,” ujarnya.

Zulkifli menilai langkah yang dilakukan keluarga besar almarhum H. Sati Lubis dan Hj. Chairani Nasution mencerminkan semangat berbagi yang patut diapresiasi.

Bagi Chandra Lubis, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan jamaah asal Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), wilayah yang sejak lama memiliki hubungan erat dengan ALS.

“Ini bukan hanya tentang transportasi atau makanan. Ini tentang meneruskan nilai-nilai kebaikan yang diwariskan orang tua kami. Kami berharap apa yang dilakukan ini menjadi amal jariyah bagi almarhum ayahanda dan ibunda,” katanya.

Di tengah hiruk-pikuk kedatangan jamaah pada dini hari itu, perhatian sederhana berupa nasi kotak ternyata menghadirkan kesan mendalam. Bagi para jamaah yang baru menyelesaikan perjalanan spiritualnya, sambutan hangat tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian dan kebersamaan masih hidup dan terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bagi keluarga besar ALS, tradisi itu bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia adalah cara menjaga agar jejak kebaikan para pendiri perusahaan tetap hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat, bahkan setelah mereka tiada.***

Baca Juga :
Kapolres Samosir: Tidak Ada Tempat Bersembunyi bagi Pelaku Kejahatan, 159 Kasus Ditangani dalam Lima Bulan

News Feed