oleh

Yuda dan Bobby: Awal Kepemimpinan, Inovasi, dan Standar Baru Transportasi Sumut

-Daerah-143 views

Yuda dan Bobby: Awal Kepemimpinan, Inovasi, dan Standar Baru Transportasi Sumut

Oleh Ir Zulfikar Tanjung

Mitanews.co.id ||
Belum genap sebulan sejak dilantik oleh Bobby Nasution pada 9 Maret 2026, Yuda P Setiawan langsung dihadapkan pada ujian besar: penyelenggaraan mudik gratis Lebaran dalam skala luas dan kompleks.

Momentum ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Ia menjadi panggung awal untuk menguji kapasitas, ketangguhan, sekaligus arah kepemimpinan Yuda dalam memimpin Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara.

Dalam konteks tersebut, hasil yang ditunjukkan patut dicatat: program berjalan relatif aman, lancar, dan mampu melayani ribuan peserta tanpa kendala berarti.

Keberhasilan ini tidak datang dari ruang kosong. Yuda membawa pengalaman birokrasi yang matang, mulai dari penugasan di lingkungan Pemerintah Kota Medan hingga menjabat Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Utara.

Kombinasi pengalaman tersebut tampak memberi fondasi kuat dalam mengelola program lintas sektor yang menuntut koordinasi cepat dan presisi tinggi.

Namun, yang menarik bukan semata keberhasilan pelaksanaan, melainkan konteks tantangan yang dihadapi.

Tahun ini, kebijakan mudik gratis diarahkan untuk menjangkau daerah-daerah terdampak bencana banjir dan longsor.

Artinya, perencanaan tidak lagi sekadar soal jumlah armada, tetapi juga menyangkut penyesuaian rute, kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya pulih, serta jaminan keselamatan perjalanan.

Di titik inilah terlihat dimensi kepemimpinan yang lebih dari sekadar administratif.

Kemampuan membaca situasi, menyesuaikan strategi, dan tetap menjaga standar pelayanan menjadi indikator penting.

Yuda tampak mampu menjawab tantangan tersebut, sekaligus mengimplementasikan arahan gubernur dengan pendekatan yang terukur.

Lebih jauh, keberhasilan awal ini tidak berhenti sebagai capaian sesaat. Justru dari pengalaman pertamanya di sektor perhubungan, Yuda mulai merumuskan langkah ke depan.

Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pelaksanaan pemeriksaan kendaraan atau “ram check” secara lebih dini, rutin, dan berkelanjutan sepanjang tahun.

Gagasan ini menandai pergeseran pendekatan: dari pola pengawasan musiman menuju sistem yang preventif dan berkelanjutan.

Jika selama ini pemeriksaan cenderung intens menjelang momentum tertentu seperti mudik, maka ke depan pengawasan diharapkan menjadi bagian dari sistem harian yang terstruktur.

(*Implikasi)*

Dalam perspektif kebijakan publik, langkah ini memiliki implikasi penting.

Keselamatan transportasi tidak lagi diposisikan sebagai respons terhadap situasi, melainkan sebagai sistem yang dibangun sejak awal.

Ini adalah bentuk inovasi yang sederhana dalam konsep, tetapi strategis dalam dampak.

Sinergi antara kepemimpinan Yuda dan arah kebijakan Bobby Nasution juga menjadi faktor penentu.

Ketika visi kepala daerah Kolaborasi Sumut Berkah diterjemahkan secara operasional oleh perangkat teknis yang adaptif dan inovatif, maka program tidak hanya berjalan, tetapi juga berkembang.

Pada akhirnya, fase awal kepemimpinan ini memberikan satu pesan penting: bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar, tetapi dari konsistensi dalam merespons tantangan dan keberanian membangun sistem yang lebih baik.

Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Dinas Perhubungan Sumatera Utara akan bergerak menuju standar baru—di mana keselamatan, inovasi, dan pelayanan publik berjalan beriringan.

Dan di titik itu, kepemimpinan tidak lagi sekadar menjalankan tugas, tetapi membangun arah.(penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)***

Baca Juga :
Prioritaskan Normalisasi Sungai, Wali Kota Sibolga Pastikan Pengerukan Sungai Aek Horsik Optimal

News Feed