oleh

Lebih dari Sekadar Mendampingi Bobby, Kominfo Sumut Mencatat Sejarah dari Pulau Terdepan

-Daerah-25 views

Lebih dari Sekadar Mendampingi Bobby, Kominfo Sumut Mencatat Sejarah dari Pulau Terdepan

Oleh Ir Zulfikar Tanjung

Mitanews.co.id ||
Ketika Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menuntaskan rangkaian agenda berkantor di Kepulauan Nias, publik menyaksikan berbagai keputusan penting lahir dari pulau yang menghadap langsung Samudra Hindia itu.

Infrastruktur penghubung, sekolah, puskesmas, irigasi, hingga ketahanan logistik menjadi agenda yang dibawa pulang sebagai pekerjaan rumah pembangunan Sumatera Utara.

Namun, ada pekerjaan lain yang nyaris luput dari perhatian. Pekerjaan itu berlangsung tanpa sorotan, tetapi memiliki nilai strategis bagi perjalanan pemerintahan: mencatat.

Di balik setiap kunjungan lapangan, rapat, dialog dengan masyarakat, hingga keputusan yang diambil gubernur, terdapat proses dokumentasi, pencatatan, pengelolaan data, serta diseminasi informasi yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumatera Utara.

Peran inilah yang membuat perjalanan pemerintahan tidak berhenti sebagai peristiwa sesaat, melainkan menjadi bagian dari memori kelembagaan yang dapat ditelusuri oleh generasi berikutnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut Erwin Hotmansah Harahap bersama jajarannya tidak sekadar mendampingi kepala daerah.

Mereka memastikan setiap kebijakan, aspirasi masyarakat, hasil peninjauan lapangan, hingga tindak lanjut pembangunan terdokumentasi secara sistematis.

Catatan-catatan itu menjadi penghubung antara proses pemerintahan, akuntabilitas publik, dan sejarah pembangunan daerah.

Nias sendiri bukan wilayah biasa dalam perjalanan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kepulauan di barat Pulau Sumatera itu berkali-kali menjadi panggung lahirnya kebijakan besar.

*(Mutiara Samudra)*

Pada dekade 10 tahun kepemimpinan H Raja Inal Siregar, Nias mendapat perhatian khusus melalui kunjungan-kunjungan yang intensif.

Pada masa itu pula potensi ombak Nias Selatan mulai dikenal luas hingga mengangkat nama Nias sebagai salah satu destinasi selancar berkelas dunia dan memperkuat citranya sebagai "mutiara" di Samudra Hindia.

Beberapa tahun kemudian, sejarah kembali mencatat peran penting Nias ketika bencana gempa dan tsunami mengguncang kawasan tersebut.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di bawah Gubernur H Rizal Nurdin dan Wagub Rudolf M. Pardede menjadikan Nias sebagai salah satu pusat koordinasi penanganan bencana dan percepatan pemulihan wilayah yang porak-poranda.

Berbagai keputusan penting lahir dari lapangan, bukan dari balik meja birokrasi.

Kini, Bobby Nasution dan Wagub H Surya menghadirkan babak baru melalui kebijakan berkantor langsung di Kepulauan Nias.

Pendekatan ini bukan sekadar simbol kedekatan dengan masyarakat, melainkan upaya mempercepat penyelesaian persoalan dengan melihat langsung kondisi riil di lapangan.

Semua itu akan menjadi bagian dari rekam jejak pembangunan Sumatera Utara.

Karena dalam pemerintahan modern, yang diwariskan bukan hanya jalan, jembatan, sekolah, atau rumah sakit, melainkan juga dokumentasi yang utuh tentang bagaimana keputusan lahir, tantangan dihadapi, dan solusi dirumuskan.

*(Peran Strategis)*

Di sinilah peran Dinas Komunikasi dan Informatika yang dipimpin Erwin Hotmansah Harahap menemukan makna yang lebih luas. Bukan hanya sebagai penyampai informasi pemerintah, tetapi sebagai pengelola memori institusi yang menjembatani masa lalu, masa kini, dan masa depan. Ketika pembangunan terus bergerak, catatan yang akurat menjadi fondasi agar setiap generasi memahami dari mana sebuah perubahan bermula dan ke mana arah pembangunan hendak dibawa.

Dengan demikian, perjalanan Bobby Nasution di Kepulauan Nias bukan hanya menghasilkan agenda pembangunan.

Ia juga memperkaya arsip sejarah pemerintahan Sumatera Utara—sebuah rekam jejak yang akan tetap hidup melalui dokumentasi, data, dan informasi yang dikelola secara profesional sebagai bagian dari memori kolektif daerah.(penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)*

News Feed