Gelar Diskusi Publik, AMP Satukan Visi Tokoh Perantau Demi Kemajuan Padang Lawas
TANGERANG.Mitanews.co.id ||
Konsisten dengan semangatnya dalam melakukan aksi nyata untuk tano hatubuan, Angkatan Muda Padang Lawas (AMP) menggelar diskusi publik bertajuk "Semangat Masyarakat dan Pemuda Perantau dalam Memajukan Padang Lawas" di Hotel Adia Suites, Tangerang Selatan, Sabtu (25/7/2026).
Forum yang digagas dalam rangka memperingati Milad ke-9 AMP ini menghadirkan jajaran tokoh nasional asal Padang Lawas untuk menyatukan visi dan langkah nyata memajukan kampung halaman.
Organisasi pemuda yang diketuai oleh Irfan Kamil Siregar ini menghadirkan para narasumber tokoh Nasional lintas bidang asal Kabupaten Padang Lawas, antara lain Dr. Edy Junaedi Harahap (Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI), H. Amris Pulungan (Managing Partner PWP Laws / Ketua Yayasan Ahlul Qur'an Indonesia) dan Parlin Pasaribu (Direktur PT. Wave Communication Indonesia / Ketua Komite Tetap Perangkat Teknologi Komunikasi & Informatika KADIN Indonesia).
Menguatkan Dalihan Na Tolu

Edy Junaedi Harahap dalam paparannya menyoroti pentingnya peran perantau sebagai jembatan strategis antara potensi lokal dan jejaring nasional.
"Masyarakat perantau adalah penjembatan alami, di mana satu kaki berada di kampung dan satu kaki di jaringan nasional. Konsep Dalihan Na Tolu ini harus terus dimanfaatkan untuk membangun kekuatan dalam memajukan daerah," ujar Edy.
Edy menegaskan bahwa dalam budaya Batak Mandailing, terdapat konsep kekerabatan Dalihan Na Tolu, yang berarti ‘Tungku Tiga’, terdiri dari mora, kahanggi dan anak boru. Konsep kekerabatan ini menjadi landasan moral dan pedoman bersosialisasi dalam masyarakat Batak Mandailing untuk saling menyeimbangkan hubungan antar kerabat layaknya tiga kaki tungku yang sama-sama menopang agar tidak jatuh. Dan berkat konsep ini, kekerabatan Batak Mandailing sangat kuat dan besar.
“Konsep ini adalah modal sosial yang sangat kuat. Dan masyarakat perantau adalah penjembatan alami, dimana satu kaki di kampung dan satu kaki di jaringan Nasional. Dimana konsep Dalihan Na Tolu ini dapat terus dimanfaatkan dalam berhubungan dan membagun kekuatan dalam memajukan daerah.” ungkap Edy.
Potensi SDA dan SDM

Padang Lawas memiliki potensi sumber daya alam yang besar. Parlin mengungkap bahwa pengusaha pada dasarnya melihat potensi sumber daya untuk bisa memberikan keuntungan. Namun bagaimana agar manfaatnya bukan hanya bagi perusahaan saja, tetapi juga untuk meningkatkan PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Padang Lawas dan bagi kesejahteraan masyarakat.
Baik dari segi pendidikan maupun peningkatan kesejahteraan ekonomi. Dia juga menekankan perlunya generasi muda mempunyai kesadaran dan etos kerja tinggi untuk maju termasuk membumikan jiwa kewirausahaan di kalangan generasi muda sebagai penerus masa depan Bangsa.
Sementara dalam hal SDM, Amris sangat berharap pemuda perantauan asal Padang Lawas yang saat ini sedang belajar, bekerja maupun berkarya dapat terus aktif mengejar ilmu, pencapaian dan kesuksesan yang kemudian digunakan untuk mengabdi dan membangun tanah leluhur, yang pada akhirnya tentu menjadi bekal di akhirat.
Amris juga menekankan pentingnya menjadi orang yang menjaga akhlak, dengan menjaga kejujuran dan amanah dalam mencapai kesuksesan.
“Kita ingin Padang Lawas bisa menjadi Bumi Tahfidz Qur'an. Maka Kita harus menyelaraskan kerja profesional kita dengan akhirat. Mengambil hikmah dari kisah Rasulullah SAW. Hal yang diajarkan Rasulullah adalah kejujuran bukan kepintaran. Dimanapun posisimu, pengetahuan serta ilmu yang didapat bisa langsung diaplikasikan kepada keluarga, daerah dan kemasyarakatan yang lebih luas", ungkapnya.
Harapannya, akhlak ini dapat menjadi kekuatan dalam meneruskan usaha atau bidang yang dijalani dalam jangka panjang.
Kemudian keberhasilan berupa ilmu, jabatan, jaringan dan rezeki materi, hendaknya dilanjutkan menjadi aksi sosial dan kemanusiaan, khususnya untuk membangun kampung halaman. Juga membahas SDM, Edy Junaidi memaparkan sebuah hasil penelitian bahwa kemajuan suatu daerah itu bukan hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi saja, tetapi justru oleh Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dimana IPM ini indikatornya adalah pendidikan, kesehatan dan daya beli atau kemampuan ekonomi.

Dia juga menekankan bahwa pada dasarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk mengaktualisasikan kemampuannya hingga 100%. Tetapi ada yang IPM-nya rendah, sehingga aktualisasinya juga rendah. Artinya seseorang yang berada di daerah dengan IPM lebih tinggi memiliki potensi lebih tinggi pula untuk mengaktualisasikan dirinya.
Dan inilah kesempatan yang bisa diambil oleh para pemuda perantau, khususnya yang berada di Kota besar seperti Jakarta.
Mengambil contoh para pemain sepak bola yang dinaturalisasi, Edy menjelaskan bahwa setiap talenta terbaik yang sudah berhasil di perantauan, jika berkumpul diharapkan saat kembali ke daerah asal bisa meningkatkan potensi masyarakat di daerahnya secara signifikan.
Sementara itu Padang Lawas memiliki potensi yang sangat besar, namun masih banyak sekali potensi-potensi di Padang Lawas yang belum dioptimalkan.
Masih banyak ketertinggalan Padang Lawas dibanding dengan Kabupaten lain yang ada di Sumatera Utara, baik dari segi pendidikan, ekonomi dan infrastruktur.
AMP Siap Melakukan Aksi Nyata Irfan selaku ketua menyampaikan bahwa ranah AMP sebagai organisasi pemuda yang didirikan sejak 17 Juli 2017 adalah mewujudkan aksi nyata dan kontribusi pemuda perantauan untuk masyarakat dan daerah asal, sesuai dengan kapasitas dan kemampuan.
AMP berusaha memaksimalkan potensi para anggota yang berkarya di berbagai bidang dan memaksimalkan jaringan yang ada untuk membangun Padang Lawas.
Seperti membentuk LBH Hatigoran yang dipimpin Hendy Rizky Hasibuan, untuk memberikan advokasi dan perlindungan hukum secara gratis untuk masyarakat Padang Lawas, pemberdayaan UMKM seperti bantuan bibit ikan dan modal usaha, pengurusan SIM gratis, mengadakan aksi khitanan massal, berbagi sembako, santunan yatim, beasiswa pendidikan, menjembatani komunikasi dengan Kementerian dan Lembaga, bantuan bencana dan kemanusiaan hingga berbagai kegiatan dalam memajukan budaya Padang Lawas.
Semua kegiatan ini dilakukan secara mandiri, baik dalam pendanaan hingga pelaksanaan.
Menurutnya, untuk membangun Padang Lawas, yang terutama adalah dengan membangun SDM. Dimana hendaknya masyarakat dapat memiliki kesadaran, komitmen dan disiplin. Selanjutnya bagaimana menyatukan SDM yang ada untuk bersinergi demi kemajuan kampung halaman.
“Diskusi publik ini menjadi langkah awal untuk sinergi dan menyatukan tekad tujuan bersama para tokoh-tokoh Palas lainnya dalam menciptakan satu gerakan masif memajukan daerah asal Padang Lawas.” tambah Irfan.
AMP sebagai organisasi pemuda perantauan diharapkan bisa menyatukan berbagai ide konsep dan sumber daya yang ada dan menjadi motor penggerak untuk memajukan Padang Lawas.
Robi Achyar Siregar, selaku Wakil Ketua Umum AMP menambahkan bahwa kemajuan Padang Lawas harus dibangun melalui pendekatan yang menyeluruh, yaitu dengan mengoptimalkan pengolahan sumber daya alam serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pemuda, pengusaha, perantau, akademisi dan ulama dalam menciptakan SDM yang unggul, ekonomi yang maju dan masyarakat yang religius.
Di sisi lain, penguatan modal sosial Dalihan Na Tolu serta peningkatan investasi di bidang pendidikan menjadi pondasi penting untuk meningkatkan kualitas SDM, IPM dan daya saing daerah.
Namun dalam diskusi tersebut juga memberikan catatan penting yang perlu menjadi perhatian, yaitu bahwa jangan sampai modal sosial Dalihan Na Tolu disalahgunakan untuk kepentingan pribadi dan golongan. Yaitu dengan menggunakan sentimen kekeluargaan untuk hal-hal yang justru menghambat kemajuan Padang Lawas.
“Sebagai tindak lanjut, Angkatan Muda Padang Lawas akan berperan sebagai inisiator rekonsiliasi, sinergi dan kolaborasi antar pemuda, masyarakat, dan pemimpin pemerintah daerah Padang Lawas guna menyatukan visi dan misi serta mempercepat terwujudnya Padang Lawas yang maju, mandiri, sejahtera dan berdaya saing.” tambah Robi.
Dalam acara tersebut juga berlangsung seremonial potong tumpeng memperingati Milad 9 Tahun AMP bersama para pendiri dan dimeriahkan dengan pemberian doorprize kepada peserta yang beruntung.***
Baca Juga :
Gerakan digital bagi UMKM hingga kompetisi AI untuk kreator lokal Digalakkan




















