Kejar Penguatan Layanan Kesehatan di Destinasi Super Prioritas, Bupati Samosir Bawa Proposal Rp83,4 Miliar ke Kemenkes
JAKARTA.Mitanews.co.id ||
Pemerintah Kabupaten Samosir memperkuat lobi dan sinergi dengan pemerintah pusat untuk mengejar peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.
Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST secara khusus menyambangi Kementerian Kesehatan RI dan membawa sejumlah proposal pembangunan sarana-prasarana kesehatan dengan total usulan sekitar Rp83,4 miliar untuk Tahun Anggaran 2027.
Proposal tersebut disampaikan Bupati Vandiko dalam audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benyamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).
Pertemuan itu menjadi momentum penting bagi Samosir untuk memperjuangkan penguatan layanan kesehatan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan ke kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Danau Toba.
Bupati Vandiko mengatakan, audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas kunjungan kerja Wamenkes ke Samosir saat peletakan batu pertama pembangunan Gedung Cathlab RSUD Dr. Hadrianus Sinaga.
“Adapun tujuan kunjungan kami ke Kementerian Kesehatan adalah sebagai tindak lanjut atas kunjungan kerja Bapak Wakil Menteri Kesehatan saat peletakan batu pertama Gedung Cathlab RSUD Dr. Hadrianus Sinaga. Kami menyampaikan sejumlah usulan pembangunan sarana kesehatan yang sangat dibutuhkan masyarakat Samosir,” ujar Vandiko.
Rp83,4 Miliar untuk Memperkuat Layanan Kesehatan
Dalam proposal DAK Fisik Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2027, Pemkab Samosir mengusulkan sejumlah pembangunan dan pengadaan fasilitas kesehatan.
Usulan tersebut antara lain pembangunan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) di Kompleks Kantor Dinas Kesehatan Parbaba dan pembangunan Puskesmas Tele di kawasan Jalan Raya Tele.
Pemkab Samosir juga mengusulkan penambahan enam unit dental unit di enam puskesmas, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di tujuh puskesmas, lima unit alat pemurnian air di lima puskesmas, empat unit ambulans puskesmas, satu unit mobil surveilans, satu unit mobil promosi kesehatan, serta satu unit mobil Public Safety Center (PSC).
Selain itu, Pemkab Samosir mendorong revitalisasi RSUD Dr. Hadrianus Sinaga, termasuk pemenuhan alat kesehatan untuk mendukung operasional Gedung Cathlab yang telah dibangun.
Menurut Vandiko, pembangunan Labkesda memiliki arti strategis bagi Samosir. Sebagai daerah tujuan wisata prioritas nasional, Samosir tidak hanya harus mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat, tetapi juga dituntut siap memberikan pelayanan kepada wisatawan.
“Samosir sebagai destinasi pariwisata super prioritas dengan tingkat kunjungan wisata tahun lalu sekitar 2,4 juta, keberadaan Labkesda sangat penting sebagai upaya meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.
Keberadaan laboratorium kesehatan, kata dia, akan memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pemeriksaan, pemantauan, sekaligus mendukung sistem kesehatan masyarakat secara lebih cepat dan terintegrasi.
Puskesmas Tele, Menjawab Perubahan Wajah Wilayah
Pembangunan Puskesmas Tele menjadi salah satu usulan yang dinilai memiliki urgensi tinggi.
Kawasan Jalan Raya Tele merupakan salah satu akses utama menuju Pulau Samosir. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah tersebut berkembang seiring pertumbuhan penduduk, aktivitas ekonomi, pertanian hortikultura, serta meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan.
Saat ini pelayanan kesehatan di kawasan tersebut masih ditopang dua puskesmas pembantu. Pemkab Samosir menilai kondisi tersebut perlu ditingkatkan menjadi pelayanan puskesmas definitif agar mampu mengikuti perkembangan wilayah.
“Jalan Raya Tele merupakan jalur utama menuju Pulau Samosir. Di sana juga terdapat Menara Pandang Tele yang cukup banyak diminati wisatawan serta kawasan pertanian terpadu yang dijadikan sebagai lokasi sentra bawang putih Samosir. Karena itu, kebutuhan pelayanan kesehatan harus mengikuti perkembangan wilayah,” kata Vandiko.
Dengan posisi tersebut, pembangunan Puskesmas Tele diharapkan tidak hanya memperpendek akses pelayanan bagi masyarakat setempat, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan kesehatan di salah satu koridor penting menuju kawasan wisata Samosir.
Tak Hanya Gedung, Samosir Minta Dokter Spesialis dan Penguatan SDM
Vandiko menegaskan, penguatan layanan kesehatan tidak berhenti pada pembangunan gedung dan pengadaan peralatan. Ketersediaan sumber daya manusia kesehatan menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Pemkab Samosir berharap pemerintah pusat dapat membuka ruang bagi tenaga kesehatan di daerah untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan guna meningkatkan kompetensi.
Pemkab juga mengusulkan pengadaan pegawai baru untuk mengisi kekosongan formasi di puskesmas.
“Kami juga berharap peningkatan SDM bidang kesehatan melalui berbagai diklat. Yang tidak kalah penting adalah pengadaan pegawai baru untuk mengisi kekosongan formasi di puskesmas dalam rangka merealisasikan layanan primer, mengingat sudah lebih dari lima tahun tidak ada pengadaan,” ungkap Vandiko.
Wamenkes: Labkesda dan Puskesmas Samosir Didukung
Usulan Pemkab Samosir mendapat respons positif dari Kementerian Kesehatan.
Wamenkes dr. Benyamin Paulus Octavianus menilai langkah pemerintah daerah membangun komunikasi langsung dengan pemerintah pusat merupakan bagian penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan.
Benyamin mengatakan pembangunan laboratorium kesehatan di kabupaten/kota sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat pelayanan kesehatan.
“Sesuai dengan program Presiden di bidang kesehatan, di kabupaten/kota wajib dibangun laboratorium kesehatan sebagai penunjang layanan kesehatan yang maksimal, termasuk di Kabupaten Samosir,” kata Benyamin.
Kabar penting lainnya, Kementerian Kesehatan menyatakan akan mendukung rencana pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat dan Puskesmas di Kecamatan Harian, Jalan Raya Tele, yang direncanakan dialokasikan melalui anggaran tahun 2027.
“Kami menyambut baik usulan tersebut. Untuk rencana pembangunan laboratorium dan Puskesmas di Kecamatan Harian, Jalan Raya Tele, anggarannya akan dialokasikan di tahun 2027,” tegas Benyamin.
Dukungan juga diberikan terhadap revitalisasi RSUD Dr. Hadrianus Sinaga. Kementerian Kesehatan bahkan membuka peluang fasilitasi pemenuhan dokter spesialis, terutama dokter spesialis mata dan ortopedi.
Kemenkes juga akan mendorong pemenuhan fasilitas penunjang berupa alat X-ray di seluruh puskesmas.
“Kita Harus Berjuang Sama-Sama”
Bagi Kementerian Kesehatan, penguatan layanan kesehatan di daerah tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemerataan pelayanan membutuhkan komunikasi dan koordinasi yang intensif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Benyamin menegaskan, pemerintah pusat terbuka terhadap kebutuhan daerah sepanjang dikomunikasikan secara konkret dan terukur.
“Tujuan Kementerian Kesehatan adalah pelayanan yang semakin luas. Komunikasi harus semakin intens antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat sehingga apa yang diperlukan bisa direalisasikan. Kita mau membuat pemerataan pelayanan masyarakat.
Kita harus berjuang sama-sama,” pungkas Benyamin.
Audiensi tersebut menjadi titik penting dalam upaya Pemkab Samosir memperkuat fondasi pelayanan kesehatan di daerah.
Bagi Samosir, pembangunan kesehatan kini memiliki dimensi yang lebih luas. Ia bukan hanya menyangkut kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapan sebuah destinasi pariwisata super prioritas dalam memberikan rasa aman kepada jutaan orang yang datang berkunjung.
Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Samosir berharap pembangunan sarana kesehatan, pemenuhan tenaga medis, penguatan fasilitas penunjang, serta peningkatan kompetensi SDM dapat berjalan beriringan.
Sebab, pariwisata yang tumbuh membutuhkan layanan kesehatan yang ikut tumbuh. Dan destinasi yang ingin menjadi kelas dunia harus mampu menjamin satu hal paling mendasar: ketika masyarakat dan wisatawan membutuhkan pertolongan, negara hadir melalui pelayanan kesehatan yang cepat, dekat, dan berkualitas.
Audiensi tersebut turut dihadiri Direktur Fasilitas Mutu PKP (Pelayanan Kesehatan Primer) Roy Himawan, Katimker TIBI Triya Novita Dini, Katimker DAG Biro Perencanaan Handri Huriawan, Tim Kerja PKR Husein, Tim Kerja Prodis Alkes, Kepala Dinas Kesehatan Samosir dr. Dina Hutapea, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Immanuel Sitanggang, Direktur RSUD Dr. Hadrianus Sinaga dr. Iwan Hartono Sihaloho, MKM, serta Kabid Yankes dan SDK dr. Buha M. Purba, MKM.***
Baca Juga :
Hadir Lewat Agenda Langit Biru, Demokrat Samosir Sapu Sampah di Danau Toba




















