oleh

Abdul Harris Lubis Respon Namun Banyak Pertimbangan Jadi Calon Walikota Tebingtinggi

-Politik-293 views


Abdul Harris Lubis Respon Namun Banyak Pertimbangan Jadi Calon Walikota Tebingtinggi

MEDAN.Mitanews.co.id ||


Ir Abdul Harris Lubis MSi, kini menjabat Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Sumatera Utara (Sumut) merespon positip dan berterima kasih adanya dukungan beberapa pihak agar mencalonkan diri menjadi calon Walikota Tebingtinggi.

Hanya saja, lanjut Harris yang pada eranya dikenal sebagai tokoh pemuda bahkan pernah Ketua KNPI Kota Tebingtinggi, beliau masih komit mengabdi di Pemerintah Provinsi Sumut.

“Saya sangat menghargai, mengapresiasi dan berterima kasih atas adanya dukungan tersebut. Saya respon positip. Namun dengan sepuluh jari saya mohon maaf belum bermaksud mencalonkan diri,” ujarnya menjawab wartawan, Sabtu 4 Mei 2024.

Ditanya tentang harapan sejumlah masyarakat agar pada Pilkada nanti tampil tokoh mumpuni yang benar-benar birokrat tulen dari unsur pemerintahan, Harris sependapat dan menurutnya banyak figur dari kota itu yang memenuhi syarat.

“Ya benar perlu ada calon dari birokrat sejati dan figur untuk ini banyak. Kalau saya yang ditanya, dengan tulus mohon maaf dulu,” ujar Harris yang mengaku saat ini lagi fokus menata kualitas guru Sumut, persiapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) dan menyukseskan Merdeka Belajar.

Mantan Kepala Dinas PU Bina Marga Sumut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, Kadis Perhubungan dan Kadis Ketenagakerjaan Sumut ini menegaskan keinginannya untuk membangun Kota Tebingtinggi sangat besar.

“Jadi semangat untuk membangun Tebingtinggi sangat besar pada diri saya. Namun untuk menjadi calon Walikota banyak pertimbangan yang harus mendukung,” ujar mantan Pjs Walikota Gunungsitoli ini.

Abdul Harris Lubis yang awal meniti karier pernah bertugas di Dinas PU Kota Tebingtinggi mengakui untuk menjadi kepala daerah saat ini sepertinya memerlukan ‘cost’ (biaya) yang cukup besar.

“Ini yang menjadi salah satu pertimbangan sekaligus pertanyaan yang harus saya pelajari. Kayaknya ‘cost’-nya sangat besar,” tuturnya.

Ditanya lagi bahwa masyarakat kan mendukung bahkan meminta kesediaan beliau, Harris berulang menyatakan apresiasi namun juga masih mempelajari sejauh mana kekuatan dukungan dimaksud.

“Kita pelajari lah. Ini kan baru sebagian masyarakat dan juga kita pelajari sejauh mana komitmen dukungan itu karena kalau dihubungkan nanti dengan ‘cost’ maka saya mungkin belum mampu,” ujarnya.

Harris menegaskan kalau bicara kemauan membangun Tebingtinggi maka dirinya sangat menginginkan dan diakuinya dirinya mengetahui caranya. Namun untuk menjadi walikota realita politik memerlukan dirinya mempertimbangkan secara objektif.(MN.01)***

Baca Juga :
Akhmad Syukri Nazry Penarik Resmi Mendaftar ke PBB Sebagai Balon Wali Kota Sibolga

News Feed