Bobby Nasution Bisa Tidur Nyenyak, Zulkifli Sitorus Mulai Buktikan Komitmennya
Oleh Ir Zulfikar Tanjung
Mitanews.co.id ||
Dua hari pertama penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Medan menjadi ujian nyata yang tidak bisa ditutupi oleh seremoni atau pidato formal.
Semua diuji langsung di lapangan: pelayanan jamaah, ketepatan waktu, kenyamanan, koordinasi petugas, hingga wajah keramahan Sumatera Utara di hadapan para tamu Allah.
Dan dari dua kloter awal itu, satu kesimpulan mulai terlihat jelas: Zulkifli Sitorus tidak sedang bermain-main.
Sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Utara sekaligus Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus perlahan membuktikan bahwa amanah besar yang berada di pundaknya dijawab bukan dengan retorika, melainkan dengan kerja nyata.
Penerimaan jamaah di Asrama Haji Jalan AH Nasution Medan, pelayanan kesehatan, distribusi dokumen perjalanan, pembagian living cost, pengaktifan kartu Nusuk, hingga proses keberangkatan melalui Bandara Internasional Kualanamu berjalan tertib, lancar, dan sesuai standar pelayanan yang diharapkan.
Bahkan salah satu terobosan yang mendapat apresiasi besar adalah jamaah kini diberangkatkan melalui terminal internasional menggunakan garbarata, bukan lagi melalui jalur cargo seperti masa sebelumnya. Ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi menyangkut martabat pelayanan jamaah haji.
Kartu Nusuk yang sudah aktif dan dibagikan sejak di Asrama Haji juga menjadi langkah penting yang sangat diapresiasi, karena memudahkan jamaah saat tiba di Arab Saudi.
Hal-hal seperti ini menunjukkan bahwa pelayanan tidak lagi hanya fokus pada keberangkatan, tetapi juga memastikan kenyamanan jamaah sejak awal hingga tiba di Tanah Suci.
Peninjauan langsung Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, bersama Komisi VIII DPR RI pada pelepasan Kloter 2 menjadi penegasan bahwa pelaksanaan embarkasi Medan mendapat perhatian serius.
Keduanya melihat langsung proses layanan dan memberikan penilaian positif bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berjalan baik, tertib, dan memuaskan.
Pengakuan ini penting. Sebab keberhasilan pelayanan haji tidak hanya menjadi prestasi teknis Kementerian Haji, tetapi juga membawa citra pemerintahan daerah.
*Di sinilah relevansi besar itu berada*
Sejak awal, telah disadari bahwa di tangan Zulkifli Sitorus, bukan hanya kelancaran pemberangkatan jamaah yang dipertaruhkan, tetapi juga nama baik Bobby Nasution sebagai Gubernur Sumatera Utara.
Publik tidak membedakan secara kaku mana urusan pusat dan mana urusan daerah. Yang mereka lihat adalah pelayanan di Sumut berhasil atau tidak.
*Kini, dua kloter awal telah menjadi jawaban*
Zulkifli mulai membuktikan bahwa ia memahami beban moral itu. Ia tahu bahwa menjaga pelayanan haji berarti juga menjaga marwah pemerintahan daerah.
Ia tidak hanya menjalankan SOP, tetapi juga menjaga kepercayaan publik.
Karena itu, jika hari ini Bobby Nasution bisa merasa lebih tenang, itu bukan tanpa alasan. Dua kloter pertama telah memberi sinyal bahwa orang yang memegang kendali embarkasi memahami sepenuhnya arti amanah tersebut.
Tentu perjalanan masih panjang. Evaluasi tetap harus dilakukan. Standar pelayanan harus terus dijaga, bahkan ditingkatkan. Namun fondasi awal sudah dibangun dengan baik.
Dan jika ritme ini terus dipertahankan, maka Embarkasi Medan tahun 2026 bukan hanya akan dikenang sebagai penyelenggaraan yang sukses, tetapi juga sebagai momentum ketika Zulkifli Sitorus membuktikan dirinya layak dipercaya menjaga nama besar Sumatera Utara—dan membuat Bobby Nasution benar-benar bisa tidur nyenyak.(penulis bersertifikat wartawan utama dewan pers)***
Baca Juga :
Nikmati MBG, Siswa SDN 104285 Sarang Giting Kahan Makan Bersama di Teras Kelas




















