oleh

Curas Lintas Provinsi Dibekuk Jatanras Polda Sumut

-Hukum, Kriminal-313 views

MEDAN.Mitaneww.co.id | Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut meringkus dua pelaku Pencurian dengan Kekerasan (Curas) lintas Provinsi yang menewaskan korbannya.

Pada pengungkapan tersebut, persoblnel Subdit III/Jatanras Polda Sumut bekerja sama dengan Polres Tapsel dan Polres Taput.

Sedangkan korbannya ialah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Nurhaida boru Simanjuntak (62).

Kedua pelaku masing-masing berinisial BST dan AP ditangkap dalam pelariannya, pada Selasa (2/8/2022).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Hadi Wahyudi menyampaikan, pengungkapan ini bermula dari penemuan jenazah korban di Jalan Lintas Aek Latong Lama, Desa Marsada, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada hari Minggu (24/7/2022) lalu.

"Dari temuan itu, tim gabungan melakukan penyelidikan dan menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban," ujar Kombes Pol Hadi Wahyudk dalam siaran persnya di Mapolda Sumut, Jumat, (5/8/2022).

Lebih lanjut Hadi menjelaskan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di lokasi kejadian, keluarga dan rekaman CCTV di sepanjang jalan dari Taput hingga Kota Padang Sumbar, selama sembilan hari kedua pelaku akhirnya dapat ditangkap.

Setelah proses penangkapan, kedua pelaku diketahui sebagai residivis yang sudah berulang kali melakukan aksi kejahatan serupa.

"Modusnya adalah melakukan tipu daya, meyakinkan korban seolah tersangka sudah mengenal baik dengan korban. Motif mereka adalah menguasai (mengambil) barang berharga milik korban," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Tapsel AKBP Roman Smaradhana Elhaj menerangkan, sebelum tewas dirampok korban yang merupakan warga Sipoholon Taput itu baru pulang dari pesta di tempat kerabatnya, Sabtu (23/8). Setelah itu oleh suami, korban pun diantar ke pasar.

"Namun setelah ditunggu-tunggu korban tidak kunjung pulang, sehingga oleh keluarga dilaporkan ke Polres Tapanuli Utara. Tapi akhirnya korban ditemukan sudah meninggal dunia di wilayah Tapanuli Selatan," terangnya.

Atas temuan ini, sambung Roman, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Polda Sumut dan Polres Taput. Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, pihaknya akhirnya dapat mengungkap alamat pelaku.

"Korban meninggal dunia dibekap karena meronta saat kalungnya berupa emas seberat 15 gram akan diambil kedua pelaku," ujarnya.

Roman menambahkan, usai membuang jenazah korban, kedua tersangka lalu menjual kalung korban kepada seorang penadah berinisial I di Kota Padang. Dari hasil penjualan itu, masing-masing pelaku mendapatkan uang Rp3,5 juta.

"Kepada kedua tersangka dikenakan Pasal 365 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman 15 tahun penjara," pungkasnya. (mn.09)

Baca Juga : Polres Sidimpuan Bekuk Terduga Pengedar Sabu di Jalan Raya

News Feed