oleh

Di Tengah Sukses 99,70 Persen Pemberangkatan, Satu Jemaah Haji Medan Wafat di Tanah Suci

-Daerah-14 views

Di Tengah Sukses 99,70 Persen Pemberangkatan, Satu Jemaah Haji Medan Wafat di Tanah Suci

MEDAN.Mitanews.co.id ||


Penyelenggaraan ibadah haji Embarkasi Medan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi mencatat tingkat keberhasilan pemberangkatan yang tinggi. Dari total 5.990 jemaah calon haji dan petugas yang terdaftar, sebanyak 5.972 orang berhasil diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui 17 kelompok terbang (kloter).

Namun di tengah capaian tersebut, kabar duka datang dari Arab Saudi setelah seorang jemaah haji asal Kota Medan yang tergabung dalam Kloter 8 dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.

Kasubbag Humas Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara, Suci Ramadhani, S.Kom., M.S.I., mengatakan secara umum penyelenggaraan haji Embarkasi Medan tahun ini berlangsung baik dan relatif lancar, meski tetap diwarnai berbagai dinamika pelayanan di lapangan.

“Secara keseluruhan tingkat keberhasilan pemberangkatan mencapai sekitar 99,70 persen. Ini tentu patut disyukuri karena ribuan jemaah dapat diberangkatkan dengan aman dan tertib,” ujar Suci Ramadhani kepada wartawan di Medan, Rabu (13/5/26).

Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Medan dimulai sejak 22 April 2026 melalui Kloter 1 dan berakhir pada 11 Mei 2026 melalui Kloter 17.

Dari total 5.972 jemaah dan petugas yang diberangkatkan, sebanyak 2.422 orang merupakan laki-laki dan 3.550 lainnya perempuan. Jumlah jemaah perempuan tercatat lebih dominan dibanding laki-laki pada musim haji tahun ini.

Selain jemaah, Embarkasi Medan juga memberangkatkan total 68 petugas haji yang terdiri atas 17 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 17 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan 34 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Menurut Suci, seluruh jemaah berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara yang tergabung dalam 17 kloter penerbangan Garuda Indonesia menuju Madinah.

“Rata-rata setiap kloter membawa sekitar 358 sampai 360 jemaah dan petugas, kecuali Kloter 17 yang menjadi kloter terakhir dengan jumlah lebih sedikit, yakni 233 orang,” katanya.

Meski tingkat keberhasilan pemberangkatan cukup tinggi, terdapat 18 orang yang belum dapat diberangkatkan. Rinciannya, delapan jemaah mengalami penundaan keberangkatan karena sakit, sementara empat lainnya gagal berangkat sebelum masuk asrama akibat kondisi kesehatan dan faktor tertentu lainnya.

Selain itu, terdapat enam kursi kosong atau open seat murni di sejumlah kloter akibat kekosongan manifest penerbangan.

“Faktor kesehatan masih menjadi tantangan terbesar dalam penyelenggaraan haji karena mayoritas jemaah merupakan lanjut usia dan memiliki risiko kesehatan tertentu,” ujar Suci.

Ia mengatakan seluruh proses pemberangkatan dilakukan secara bertahap melalui Asrama Haji Medan sebelum jemaah diberangkatkan menuju Bandara Internasional Kualanamu untuk terbang ke Arab Saudi.

Di tengah evaluasi positif tersebut, suasana haru juga menyelimuti penyelenggaraan haji tahun ini setelah satu jemaah asal Medan dilaporkan wafat di Tanah Suci.

Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumut memastikan almarhum mendapatkan penanganan dan pelayanan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi.

Menurut Suci, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik dan administrasi keberangkatan, tetapi juga perjalanan spiritual yang penuh pengorbanan dan ujian.

“Haji bukan hanya soal angka pemberangkatan, tetapi tentang bagaimana negara berupaya memastikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah, sejak dari embarkasi hingga berada di Tanah Suci,” katanya.***

Baca Juga :
Jambore Gerakan Pramuka Cabang Asahan Resmi Dibuka Bupati Asahan Tahun 2026

News Feed