Fondasi Pembangunan Dikuatkan, Tahun Pertama Safaruddin–Zaman Akli Dinilai Progresif
ABDYA.Mitanews.co.id ||
Genap satu tahun memimpin Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Bupati Safaruddin bersama Wakil Bupati Zaman Akli menunjukkan sejumlah langkah pembenahan di sektor strategis daerah.
Refleksi satu tahun pemerintahan ini menempatkan pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan, dan stabilitas fiskal sebagai prioritas utama pembangunan.
Di sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Abdya menggelar Pekan Kreativitas Pendidikan (PKP) 2025 sebagai ruang pengembangan minat dan bakat pelajar di bidang seni, sains, teknologi, literasi, dan kewirausahaan. Program ini dinilai menjadi bagian dari upaya penguatan kualitas sumber daya manusia daerah.
Sementara di bidang kesehatan, RSUD Teungku Peukan meraih penghargaan sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dari BPJS Kesehatan. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan standar pelayanan serta perbaikan tata kelola rumah sakit milik pemerintah daerah.
Ketua DPD KNPI Aceh Barat Daya, Teguh Novrianto, menyebut capaian tahun pertama ini sebagai proses konsolidasi awal pemerintahan. Menurutnya, fokus pada pendidikan dan kesehatan menjadi fondasi penting dalam pembangunan jangka panjang. Senin (2/3/2026)
Dari sisi tata kelola, Abdya mencatat nilai 2,89 dengan kategori “Baik” dan peringkat ketiga se-Aceh dalam Indeks Penyelenggaraan Statistik Sektoral. Indikator ini menunjukkan penguatan sistem perencanaan berbasis data sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.
Kinerja fiskal juga menjadi sorotan. Pemerintah daerah berhasil menekan beban utang dari Rp58 miliar menjadi sekitar Rp6 miliar atau turun sekitar 89,7 persen dalam satu tahun. Selain itu, seluruh hak gampong Tahun Anggaran 2024, termasuk bagi hasil pajak daerah, retribusi, dan Alokasi Dana Gampong senilai lebih dari Rp7,2 miliar, telah disalurkan secara tepat waktu dan transparan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) November 2025, angka kemiskinan di Abdya juga mengalami penurunan dari 15,32 persen menjadi 13,30 persen, atau berkurang sekitar 2.970 jiwa. Penurunan ini dinilai berkaitan dengan penguatan program ekonomi masyarakat dan sektor produktif.
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah mengusulkan sejumlah proyek strategis ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, meliputi peningkatan jalan utama, perbaikan sistem irigasi, serta infrastruktur pendukung konektivitas ekonomi.
Sektor pertanian turut diperkuat melalui bantuan APBN berupa 100 unit pompa air, empat traktor roda empat, 25 hand traktor, dan tiga unit combine harvester untuk meningkatkan efisiensi produksi dan ketahanan pangan.
Pada sektor ekonomi kerakyatan, sebanyak 25 produk UMKM lokal berhasil masuk jaringan ritel modern, sementara 150 UMKM dipromosikan melalui Gerai Dekranas. Pemerintah juga menata regulasi swalayan melalui peraturan bupati guna menciptakan iklim usaha yang lebih tertib dan berkeadilan.
Di bidang lingkungan, Abdya meraih peringkat pertama Indeks Kualitas Udara se-Aceh serta masuk tiga besar Indeks Kualitas Lingkungan Hidup tingkat provinsi. Bahkan, Gampong Drien Beurumbang memperoleh penghargaan Program Kampung Iklim (Proklim) Utama 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Meski demikian, berbagai capaian tersebut dinilai masih menjadi tahap awal. Tahun kedua kepemimpinan Safaruddin–Zaman Akli disebut akan menjadi momentum penting untuk memastikan konsistensi kebijakan dan keberlanjutan pembangunan agar dampaknya semakin luas dirasakan masyarakat Aceh Barat Daya.***
