Pemkab Abdya Kucurkan Rp3,5 Miliar DOKA 2026, Struktur Masjid Agung Baitul Ghafur Diperkuat Total
ABDYA.Mitanews.co.id ||
Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) memastikan perbaikan menyeluruh terhadap kerusakan berat atap Masjid Agung Baitul Ghafur di Gampong Seunaloh, Kecamatan Blangpidie. Untuk itu, anggaran sebesar Rp3,5 miliar dialokasikan dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun 2026.
Langkah ini diambil setelah hasil investigasi teknis menyatakan kondisi struktur atap berpotensi membahayakan keselamatan jamaah. Dalam beberapa kejadian, bongkahan beton dilaporkan jatuh ke lantai masjid saat aktivitas ibadah berlangsung.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Abdya, Muhammad Rasyid, menjelaskan bahwa kerusakan tidak lagi dapat ditangani secara parsial. Pemerintah daerah memilih melakukan penguatan struktur secara komprehensif berdasarkan rekomendasi tenaga ahli.
“Tahun ini dilakukan perbaikan dan penguatan struktur atap senilai Rp3,5 miliar sesuai hasil investigasi tenaga ahli struktur,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Temuan Teknis: Mutu Beton hingga Sistem Pengecoran
Hasil kajian teknis mengungkap kebocoran serius pada plat dak atap akibat keretakan pada balok dan lantai dak. Uji hammer test mengindikasikan adanya dugaan rendahnya mutu beton saat pengerjaan. Sementara kualitas tulangan belum dapat diverifikasi sepenuhnya karena dokumen perencanaan awal konstruksi tidak tersedia.
Tim pemeriksa juga menemukan retak lentur pada hampir seluruh balok yang plafonnya telah dibongkar, termasuk retak melingkar pada sejumlah balok utama. Kondisi ini mengarah pada kemungkinan ketidaksesuaian rasio tulangan maupun mutu besi, baik pada tahap perencanaan maupun pelaksanaan proyek awal.
Selain itu, runtuhnya bongkahan beton dari area plafon diduga berasal dari sisa pengecoran dan air semen pada bekisting yang tidak dibersihkan saat pekerjaan berlangsung. Proses pengecoran yang dilakukan bertahap dan tidak tuntas dalam satu waktu turut dinilai melemahkan ikatan beton.
Akibat kebocoran berkepanjangan, kerusakan juga merembet ke plafon serta jaringan listrik masjid, sehingga memperbesar risiko keselamatan dan gangguan aktivitas ibadah.
Perbaikan Menyeluruh dan Standar Konstruksi Diperketat
Secara teknis, penanganan akan mencakup peningkatan kemiringan atap untuk memperlancar aliran air, pelapisan dak menggunakan membran waterproof anti-UV, injeksi epoxy dan zat aditif untuk memperkuat struktur, grouting beton, serta optimalisasi sistem talang vertikal dan drainase horizontal.
Pemkab Abdya juga menekankan pentingnya sistem pemeliharaan berkala setelah proyek rampung guna memastikan bangunan tetap aman dan tahan lama.
Bupati Abdya, Safaruddin, menegaskan bahwa persoalan kerusakan masjid telah menjadi perhatian serius pemerintah sejak awal. Namun, hasil investigasi menunjukkan perbaikan harus dilakukan secara total agar tidak menimbulkan persoalan berulang.
“Mohon kesabaran para jamaah. Ini menjadi perhatian serius pemerintah agar setiap fasilitas publik, khususnya rumah ibadah yang menjadi ikon daerah, dibangun dan dirawat dengan kualitas yang benar,” ujarnya.
Perbaikan menyeluruh ini diharapkan mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah serta menjaga fungsi Masjid Agung Baitul Ghafur sebagai pusat kegiatan keagamaan dan simbol kebanggaan masyarakat Aceh Barat Daya.***
Baca Juga :
Fondasi Pembangunan Dikuatkan, Tahun Pertama Safaruddin–Zaman Akli Dinilai Progresif
