oleh

Kolaborasi “SUMUT BERKAH” Mulai Berbuah Bupati Samosir Salurkan Bantuan Bibit Cabai dan Bawang, Petani Didorong Tingkatkan Produksi

-Daerah-126 views

Kolaborasi “SUMUT BERKAH” Mulai Berbuah
Bupati Samosir Salurkan Bantuan Bibit Cabai dan Bawang, Petani Didorong Tingkatkan Produksi

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Sinergi lintas pemerintah dalam sektor pertanian mulai menunjukkan implementasi nyata di daerah. Melalui program “Sumut Berkah”, Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyalurkan bantuan bibit dan sarana produksi kepada kelompok tani sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyerahkan langsung bantuan tersebut di Aula Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Senin (13/4/2026).

“Program ini adalah bentuk kolaborasi pemerintah untuk menjawab kebutuhan petani. Anggarannya bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Utara melalui program Sumut Berkah,” ujar Vandiko.

Fokus pada Komoditas Strategis

Bantuan difokuskan pada dua komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus berperan penting dalam pengendalian inflasi, yakni cabai merah dan bawang merah.

Untuk pengembangan cabai merah seluas 4 hektare, bantuan disalurkan kepada Kelompok Tani Marlundu di Desa Partungko Naginjang, Kecamatan Harian. Paket bantuan meliputi:

Benih cabai 40 bungkus

Pupuk kompos 16 ton

Pupuk NPK 800 kilogram

Pupuk organik cair 40 liter

Mulsa plastik 80 roll

Sementara itu, pengembangan bawang merah seluas 3 hektare diberikan kepada Kelompok Tani Hasil Nagabe di Desa Suhutnuhuta Pardomuan, Kecamatan Palipi, dengan rincian:

Benih bawang merah 3 ton

Pupuk kompos 12 ton

Pupuk organik cair 30 liter

Pupuk NPK 600 kilogram

Penegasan Penggunaan dan Pengawasan

Dalam kesempatan tersebut, Vandiko menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara tepat guna. Ia mengingatkan agar seluruh sarana produksi benar-benar digunakan untuk kegiatan budidaya, bukan disalahgunakan.

“Bibit dan pupuk sudah lengkap. Kami harap ditanam dan dimanfaatkan dengan baik. Jangan sampai bantuan ini tidak digunakan atau bahkan diperjualbelikan,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pendampingan intensif melalui penyuluh pertanian lapangan guna memastikan keberhasilan program.

“Petani tidak dibiarkan berjalan sendiri. Kami siap mendampingi agar hasilnya optimal,” katanya.

Tanpa Nepotisme, Berbasis Usulan

Bupati menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara terbuka dan berbasis kebutuhan, bukan karena kedekatan atau praktik nepotisme.

“Kelompok tani cukup mendaftar ke dinas terkait, memiliki lahan yang jelas, dan mengajukan proposal. Pemerintah akan berupaya mencarikan dukungan anggaran,” ujarnya.

Program Terintegrasi Provinsi

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samosir, Tumiur Gultom, menjelaskan bahwa cabai merah dan bawang merah merupakan komoditas unggulan dalam kebijakan pembangunan pertanian Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Menurutnya, Kabupaten Samosir menjadi salah satu daerah prioritas dalam implementasi program tersebut.

“Program ini telah melalui proses perencanaan bersama antara kabupaten dan provinsi. Samosir bahkan mendapatkan beberapa paket program sekaligus,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil panen nantinya akan terintegrasi dengan skema kerja sama bersama pemerintah provinsi, termasuk dalam aspek pemasaran dan stabilisasi harga melalui nota kesepahaman.

“Dengan skema ini, diharapkan harga lebih terjaga dan petani mendapatkan kepastian pasar,” katanya.

Selain itu, penyuluh pertanian lapangan (PPL) akan melakukan pendampingan langsung kepada kelompok tani, termasuk dalam tahapan teknis budidaya. Untuk komoditas bawang merah, penanaman direncanakan dimulai pada Juni 2026.

Respons Petani

Ketua Kelompok Tani Hasil Nagabe, Maruasi Situmorang, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan pemerintah.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah provinsi dan kabupaten. Bantuan ini sangat membantu dan akan kami manfaatkan sebaik mungkin,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan perwakilan Kelompok Tani Marlundu yang berharap program ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan anggota kelompok.

Catatan Redaksi

Program bantuan pertanian kerap menjadi instrumen strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan dan ekonomi daerah. Namun efektivitasnya sangat bergantung pada dua hal utama: ketepatan sasaran dan konsistensi pendampingan.

Di Kabupaten Samosir, kolaborasi melalui program “Sumut Berkah” menunjukkan langkah awal yang menjanjikan. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa bantuan tersebut benar-benar bertransformasi menjadi hasil panen yang nyata—bukan sekadar distribusi angka dalam laporan.***

Baca Juga :
Bupati Anton Resmi Lantik Drs. H. Yusmar, M. Si Sebagai Pj Sekda Rokan Hulu

News Feed