oleh

Merawat Harapan di Kandang Sapi: Kisah Sampingan Seorang Jurnalis

-Daerah-167 views

Merawat Harapan di Kandang Sapi: Kisah Sampingan Seorang Jurnalis

PADANGSIDIMPUAN.Mitanews.co.id ||


Pagi belum sepenuhnya membuka hari ketika Anwar Shaleh melangkah menuju kandang sapinya di Desa Hutakoje, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara. Embun masih menggantung di pucuk rumput, sementara hiruk-pikuk kota belum terasa.

Di ruang sederhana itulah, seorang jurnalis menemukan ketenangan bukan di balik layar komputer atau tumpukan naskah, melainkan di antara hewan ternak yang ia rawat dengan penuh kesabaran.

Di balik kesibukannya meliput berbagai peristiwa, tak banyak yang mengetahui bahwa Anwar menyimpan kecintaan mendalam pada dunia peternakan.

Kecintaan itu berakar dari masa kecilnya, saat ia menyaksikan langsung kedua orang tuanya menjalankan usaha ternak sapi selama bertahun-tahun.

“Sejak kecil saya lihat sendiri bagaimana orang tua memelihara ternak. Ada kedekatan emosional yang terbentuk,” ujarnya.

Kenangan itulah yang kemudian mendorongnya untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan usaha keluarga. Meski rutinitas sebagai jurnalis kerap menyita waktu, Anwar tetap menyempatkan diri untuk turun langsung ke kandang, memastikan ternaknya terawat dengan baik.

Bagi Anwar, kandang sapi bukan sekadar sumber penghasilan tambahan. Lebih dari itu, ia menjadi ruang untuk merawat harapan. Ada kebahagiaan tersendiri yang ia rasakan ketika melihat sapi-sapinya tumbuh sehat dari waktu ke waktu.

“Ada kebahagiaan ketika melihat sapi yang dulu kurus menjadi gemuk. Rasanya seperti merawat harapan,” tuturnya, Rabu (15/4/2026).

Namun perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Cuaca yang tidak menentu kerap menyulitkannya dalam mendapatkan pakan ternak. Di sisi lain, kualitas bibit sapi dari pasar hewan juga tidak selalu sesuai harapan.

Berbagai kendala tersebut justru menjadi tantangan yang membentuk ketekunan dan ketelatenan Anwar dalam mengelola usaha.

“Di situlah letak pelajarannya. Bagaimana kita bertahan, mencari jalan keluar, dan tidak menyerah,” katanya.

Menjelang Hari Raya Iduladha, aktivitas Anwar semakin padat. Permintaan sapi kurban meningkat, sehingga ia harus lebih selektif dalam menyiapkan ternak yang sehat dan layak. Setiap sapi dipastikan memiliki kondisi fisik yang baik serta bobot ideal sebelum ditawarkan kepada masyarakat.

Harga yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung pada ukuran dan kondisi sapi. Ia membuka kesempatan bagi warga, baik dari Kota Padangsidimpuan maupun Kabupaten Tapanuli Selatan, untuk datang langsung ke kandangnya atau menghubunginya melalui WhatsApp di 0822-7752-2227.

Bagi Anwar, setiap transaksi bukan sekadar jual beli, melainkan bentuk kepercayaan yang harus dijaga. Ia berharap usaha ternak yang dijalaninya dapat terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya, usaha ini bisa membantu warga mendapatkan hewan kurban yang sehat dan berkualitas setiap tahunnya,” ucapnya.

Di tengah dinamika dunia jurnalistik yang penuh tekanan dan kecepatan, Anwar menemukan keseimbangan hidup di antara kandang sapi miliknya.

Sebuah perjalanan sederhana yang ia rawat dengan tekun. Perpaduan antara profesi, tradisi keluarga, dan harapan yang terus tumbuh seiring waktu. (mn.11)***

Baca Juga :
Legislator NasDem Rahmansyah Sibarani Nilai Soal Gubsu Tampar Sopir Direktur BUMD Adalah Bentuk Kepedulian