oleh

Mulyono: FKDM Bekerja dalam Sunyi Menjaga Sumut Tetap Kondusif

-Daerah-145 views

Mulyono: FKDM Bekerja dalam Sunyi Menjaga Sumut Tetap Kondusif

MEDAN.Mitanews.co.id ||


Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Utara, Dr H Mulyono, menegaskan bahwa Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) merupakan garda terdepan dalam menjaga stabilitas daerah melalui kerja-kerja deteksi dini yang sering kali tidak terlihat, namun sangat menentukan terpeliharanya situasi kondusif di tengah masyarakat.

Hal itu ditegaskan Mulyono saat menghadiri silaturahmi FKDM Sumut yang berlangsung hangat dan penuh keakraban di Medan, Rabu (22/4/2026).

Dalam kegiatan yang difasilitasi tokoh muda Sumut El Adrian Shah, SE, MIP tersebut, hadir pula Ketua FKDM Sumut Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si, anggota senior FKDM Dr Sakhyan Asmara, Ustadz Dr H Amhar Nasution, serta jajaran pengurus dan anggota forum.

Menurut Mulyono, FKDM pada dasarnya adalah “intelijen sipil” Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang bertugas mendeteksi secara dini berbagai ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, termasuk berbagai persoalan sosial yang dapat mengganggu jalannya program pembangunan pemerintah.

Ia menyebut, ketika suasana daerah tetap aman dan damai, justru di situlah bukti bahwa FKDM bekerja dengan baik.

“FKDM ini ibarat bekerja dalam sunyi. Ketika suasana kondusif, mereka tidak banyak dibicarakan. Tetapi jika ada gangguan, biasanya forum ini langsung menjadi sorotan. Padahal, keberhasilan menjaga ketenangan itu adalah hasil dari kerja besar yang tidak selalu tampak di permukaan,” ujar Mulyono.

Ketua FKDM Sumut, Assoc. Prof. Dr. H. Ismail Efendy, M.Si, menyampaikan bahwa peran kewaspadaan dini memang menuntut keikhlasan dan komitmen pengabdian yang tinggi. Menurutnya, anggota FKDM tidak bekerja untuk mencari popularitas, melainkan memastikan masyarakat tetap hidup dalam rasa aman dan pemerintah dapat menjalankan program pembangunan dengan baik.

“Menjaga kondusivitas bukan pekerjaan sesaat, tetapi proses panjang yang membutuhkan kepekaan sosial, komunikasi, dan kebersamaan. FKDM hadir untuk memastikan potensi kerawanan dapat dibaca lebih awal sehingga tidak berkembang menjadi persoalan besar,” kata Ismail.

Anggota senior FKDM Sumut, Dr Sakhyan Asmara, menambahkan bahwa keberadaan FKDM harus dipahami sebagai instrumen penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang. Ia menilai, forum ini menjadi penghubung strategis antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan berbagai aspirasi maupun potensi persoalan yang perlu segera ditangani.

Sementara itu, tokoh muda Sumut sekaligus anggota FKDM, El Adrian Shah, SE, MIP diwawancarai wartawan di tempat terpisah menilai apresiasi dari Kepala Badan Kesbangpol Sumut menjadi penguatan moral bagi seluruh anggota FKDM yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan. Ia menyebut FKDM sebagai patriot sipil yang menjaga stabilitas daerah dari balik layar.

“Tidak semua pengabdian harus berdiri di panggung. Ada yang memilih bekerja dalam diam demi memastikan daerah ini tetap aman. FKDM adalah penjaga sunyi yang memastikan Sumut tetap berdiri tegak dalam ketenangan. Mereka tidak mencari tepuk tangan, tetapi menjaga agar masyarakat tetap merasakan kedamaian,” ujar El.

Menurutnya, semangat pengabdian seperti itu harus terus diperkuat dengan dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar FKDM semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai benteng awal kewaspadaan dini di Sumatera Utara.***

Baca Juga :
Dorong Pembangunan Berkelanjutan, Inalum Perkuat Dukungan untuk Samosir

News Feed