Sembilan Bulan Dirawat di Pekanbaru, Putri Elisyah Penderita Leukemia Asal Sibuhuan Butuh Uluran Tangan
SIBUHUAN.Mitanews.co.id ||
Putri Elisyah (16), warga Lingkungan VI Ikpos Padang Luar, Kelurahan Pasar Sibuhuan, Kecamatan Barumun, Kabupaten Padang Lawas, membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk membantu biaya pendampingan dan kebutuhan selama menjalani pengobatan akibat penyakit leukemia atau kanker darah yang dideritanya.
Remaja yang masih berstatus pelajar tersebut telah berjuang melawan penyakit leukemia selama kurang lebih dua tahun. Awalnya Elisyah menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Madina Sibuhuan sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Provinsi Riau.
Saat ini Elisyah telah menjalani perawatan di Pekanbaru selama sekitar sembilan bulan, terhitung sejak November 2025. Meski biaya pengobatan ditanggung melalui BPJS Kesehatan, keluarga mengaku masih harus menanggung berbagai kebutuhan lain, termasuk biaya hidup pendamping selama menjaga pasien di rumah sakit serta pembelian sejumlah obat yang tidak seluruhnya ditanggung program jaminan kesehatan.
Putri Elisyah merupakan anak sulung dari tiga bersaudara pasangan Edi Eko Putra dan Kholijah Nila Sari Harahap. Keluarga sederhana tersebut dikaruniai dua anak perempuan dan satu anak laki-laki.
Ayah Elisyah, Edi Eko Putra, sehari-hari bekerja sebagai buruh panen kelapa sawit di kebun milik warga. Dengan penghasilan yang terbatas, ia tetap berupaya mencari berbagai cara agar putrinya memperoleh pengobatan terbaik dan dapat segera pulih dari penyakit yang dideritanya.
Menurut keluarga, penyakit leukemia mulai diderita Elisyah saat masih duduk di bangku kelas X MAN Sibuhuan. Sejak saat itu, berbagai upaya pengobatan terus dilakukan demi kesembuhan sang anak.
Kholijah Nila Sari Harahap mengatakan, putrinya didiagnosis menderita Acute Myeloid Leukemia (AML) M7, salah satu jenis kanker darah yang memerlukan penanganan intensif dan jangka panjang. Selama menjalani pengobatan, kondisi Elisyah harus terus dipantau oleh tim medis.
"Dokter yang menangani menyampaikan bahwa Putri terdiagnosis leukemia AML M7. Kami terus berusaha mengikuti seluruh proses pengobatan yang dijalani sekarang," ujar Kholijah lewat sambungan seluler ke wartawan Mitanews, Kamis (30/7/2026) sore.
Ia juga mengaku pernah memperoleh penjelasan mengenai opsi penanganan lanjutan berupa transplantasi sumsum tulang yang membutuhkan biaya sangat besar.
"Kami mendapat penjelasan bahwa jika memiliki biaya yang cukup, ada tindakan transplantasi sumsum tulang yang bisa dilakukan di luar negeri. Biayanya disebut mencapai sekitar Rp2 miliar. Sebagai keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, tentu angka itu sangat jauh dari kemampuan kami," katanya.
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat beban pengobatan dan biaya pendampingan selama berada di Pekanbaru semakin berat. Karena itu, keluarga berharap adanya perhatian dan bantuan dari pemerintah, lembaga sosial, komunitas kemanusiaan maupun para dermawan untuk meringankan beban yang mereka hadapi selama proses pengobatan berlangsung.
Bagi masyarakat yang ingin membantu, donasi dapat disalurkan melalui rekening BRI Nomor 109701010045535 atas nama KHOLIJAH NILA SARI H. Untuk konfirmasi bantuan atau informasi lebih lanjut, keluarga dapat dihubungi melalui nomor WhatsApp 0838-9051-4613 atas nama Kholijah Nila Sari Harahap.
Keluarga juga berharap dukungan doa dari seluruh masyarakat agar Putri Elisyah segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali menjalani aktivitas serta melanjutkan pendidikannya seperti remaja seusianya.
"Saya hanya seorang ibu yang ingin melihat anak saya sehat kembali. Kepada para dermawan, kami memohon bantuan dan doa agar pengobatan Putri Elisyah dapat terus berjalan sampai sembuh," ujar Kholijah Nila Sari Harahap.***
Baca Juga :
Bukan Sekadar Penghargaan, Begini Cara Telkom Siapkan Pemimpin Digital Masa Depan




















