oleh

Gandeng Kedubes Inggris, Vandiko Bangun Irigasi Tenaga Surya untuk Selamatkan Sawah Petani Samosir

-Daerah-197 views

Gandeng Kedubes Inggris, Vandiko Bangun Irigasi Tenaga Surya untuk Selamatkan Sawah Petani Samosir

SAMOSIR.Mitanews.co.id ||


Di tengah ancaman musim kemarau yang kerap membuat sawah petani mengering, Pemerintah Kabupaten Samosir mulai membangun solusi jangka panjang. Bupati Samosir Vandiko T. Gultom meninjau langsung pembangunan Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Oppuratus, Kecamatan Nainggolan, Rabu (6/5), yang diproyeksikan mampu mengairi hingga 80 hektare lahan pertanian masyarakat.

Pembangunan infrastruktur irigasi modern tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten Samosir dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kedutaan Besar Inggris. Kehadiran pompa berbasis energi surya itu diharapkan menjadi jawaban atas persoalan klasik petani, terutama kesulitan air saat musim kemarau yang selama ini berdampak pada terganggunya masa tanam dan hasil panen.

Dalam peninjauan tersebut, Vandiko menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan.

“Pompa air ini merupakan hasil usulan yang kami ajukan ke Kedubes Inggris dan akhirnya disetujui. Saat ini progres pembangunannya sedang berjalan dan kita targetkan segera bisa dimanfaatkan masyarakat,” ujar Vandiko.

Dari hasil peninjauan, pompa air tenaga surya tersebut memiliki kapasitas produksi mencapai 230 meter kubik air per jam. Operasional fasilitas nantinya akan ditangani dua operator yang telah mendapatkan pelatihan khusus, sementara perawatan dinilai relatif sederhana karena hanya membutuhkan pembersihan saluran dan pengecekan rutin peralatan.

Bupati Samosir menargetkan peresmian PATS dapat dilakukan bersama pihak Kedutaan Besar Inggris pada Juni 2026 agar segera dimanfaatkan petani untuk mendukung aktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Menurut Vandiko, pembangunan PATS menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Hingga saat ini, Kabupaten Samosir telah memiliki lima unit pompa air tenaga surya, dan pada 2026 pemerintah daerah kembali menambah empat unit baru melalui pendanaan dari APBD, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta dukungan Kedutaan Besar Inggris.

“Kami akan terus mencari peluang pembangunan melalui sinergi anggaran dan kerja sama dengan berbagai pihak. Efisiensi anggaran bukan berarti pembangunan berhenti. Justru pemerintah harus lebih kreatif mencari solusi,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Samosir juga terus mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga mitra internasional guna mempercepat pembangunan sektor pertanian dan sektor strategis lainnya.

Pembangunan pompa air tenaga surya tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Sibonor Oppuratus yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian sawah. Selama musim kemarau, banyak petani mengaku kesulitan mendapatkan air sehingga sebagian lahan tidak dapat diolah secara maksimal.

Kepala Desa Sibonor Oppuratus, Binsar Marbun, mengatakan kehadiran PATS menjadi harapan baru bagi petani di wilayahnya.

“Musim kemarau tahun lalu cukup berat bagi petani. Banyak sawah kekurangan air dan panen terganggu. Karena itu masyarakat sangat bersyukur dengan adanya bantuan pompa air ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah seorang petani, Op. Alvaro Manik. Ia mengaku selama ini petani selalu dihantui kekhawatiran setiap memasuki musim kemarau akibat minimnya pasokan air untuk sawah.

“Kalau kemarau datang, kami selalu cemas karena sawah bisa kering. Sekarang kami merasa lebih tenang. Kehadiran pompa ini sangat membantu kami,” katanya.

Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Kabid Perekonomian Bapperida Rikardo Simbolon, serta Camat Nainggolan Junita Sinaga.

Langkah Pemkab Samosir menghadirkan teknologi irigasi berbasis energi terbarukan dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan pertanian di daerah tidak lagi hanya bergantung pada pola konvensional. Di tengah tantangan perubahan iklim dan keterbatasan anggaran, kolaborasi dengan pemerintah pusat dan mitra internasional mulai diarahkan untuk menciptakan pertanian yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.***

Baca Juga :
Terima Hibah Tanah 3,5 Ha, Pemkab Sergai Apresiasi PT Socfindo

News Feed