Yuslin Siregar Fasilitasi Doa Selamat Jamaah Subuh Rutin: Merawat Persaudaraan dari Saf Fajar
MEDAN.Mitanews.co.id ||
Jamaah merupakan posisi terhormat dalam aktivitas Masjid Agung Medan, terutama jamaah rutin salat Subuh berjamaah dan puasa sunnah Senin Kamis.
Di antara langkah-langkah tenang menuju saf terdepan itu, tumbuh sebuah tradisi yang tak tertulis: kebersamaan yang terjaga dari hari ke hari.
Tradisi itu pula yang ingin terus dirawat oleh H. Yuslin Siregar, Sekretaris Badan Kenaziran dan Wakaf Masjid Agung Medan.
Bagi Yuslin, jamaah Subuh bukan sekadar orang-orang yang datang menunaikan ibadah, melainkan keluarga besar yang bertemu setiap pagi di rumah Allah.
Semangat itulah yang tampak pada Minggu (15/3/2026) atau 26 Ramadan 1447 H, ketika ia memfasilitasi doa selamatan bagi salah seorang jamaah rutin Subuh sekaligus jamaah berbuka puasa sunah Senin–Kamis di Masjid Agung Medan, yakni Bambang Aditya, yang mendapat promosi karier sebagai Pemeriksa Pajak Madya pada KPP Madya Semarang, Jawa Tengah.
Selama hampir lima tahun bertugas di Medan sebagai pejabat pelayanan pajak di KPP Medan Polonia, Bambang dikenal istiqamah menjaga rutinitas ibadah di Masjid Agung Medan: salat Subuh berjamaah dan berbuka puasa sunah Senin–Kamis bersama jamaah.
“Beliau ini salah satu contoh jamaah yang istiqamah. Lima tahun berturut-turut menjaga Subuh berjamaah di sini. Itu bukan hal mudah di tengah kesibukan sebagai pejabat negara,” ujar Yuslin pada acara yang doa selamat kepada H Suhardi Aroma sekembali Umroh.
Acara doa selamatan digelar terpaut waktu berbuka puasa—salah satu waktu yang diyakini sebagai saat mustajab untuk berdoa.
Doa dipimpin oleh Imam Besar Masjid Agung Medan, H. M. Syukur Siregar Al-Hafidz.
Dalam suasana khusyuk, para jamaah duduk melingkar di ruang kantor masjid. Doa dipanjatkan agar Bambang Aditya diberikan kesehatan, keberkahan hidup, dan kesuksesan dalam menjalankan tugas barunya sebagai abdi negara di Jawa Tengah.
Yuslin pun memberikan pesan penuh semangat.
Menurutnya, ada keyakinan yang sering ia dengar dari para ustaz: seseorang yang menautkan hati dan kehidupannya dengan masjid akan senantiasa memperoleh bimbingan dan perlindungan dari Allah SWT.
“Insya Allah, siapa yang kokoh menggantungkan hati dan kehidupannya di masjid, Allah akan memberi petunjuk dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam mengemban tugas sebagai abdi negara,” ujar Yuslin.
Bambang Aditya sendiri mengaku awalnya datang ke Medan lima tahun lalu dengan berbagai cerita yang ia dengar tentang kota itu.
Namun kesan pertamanya berubah sejak ia menunaikan salat Subuh di Masjid Agung Medan.
Kantornya yang berada di kawasan Gedung Keuangan, tak jauh dari masjid, membuatnya mudah singgah setiap pagi.
“Begitu pertama kali salat Subuh di sini, saya langsung merasakan suasana persaudaraan yang hangat. Sejak saat itu saya merasa bukan lagi pendatang, tetapi bagian dari keluarga besar Masjid Agung,” ujarnya.
Menurut Bambang, suasana religius dan kebersamaan yang ia rasakan di masjid tersebut menjadi sumber kekuatan moral dalam menjalankan tugasnya di bidang perpajakan.
“Semangat kejujuran dan tanggung jawab yang saya rasakan dari lingkungan masjid ini memberi energi dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara,” katanya.
Tanpa terasa, lima tahun berlalu. Medan yang awalnya terasa asing kini ia rasakan seperti rumah sendiri.
Momen doa selamatan pada sore Ramadan itu pun terasa sangat emosional.
Beberapa jamaah yang selama ini menjadi sahabat hadir memberi doa dan salam perpisahan.
Di antara yang hadir tampak tokoh dan fungsionaris masjid seperti H Indra Utama, Wakil Ketua DPRD Delisetdang H. Hamdani Syahputra, S.Sos, Suryadi Bahar, Zulrizal Yusuf, Kasat Reskrim Polres Palas AKP Irwansyah Sitorus, H Marzal dan lainnya.
Doa-doa dipanjatkan dalam harap dan haru. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, peristiwa kecil di Masjid Agung Medan itu menunjukkan satu hal: kemakmuran masjid tidak hanya lahir dari megahnya bangunan atau ramainya kegiatan, tetapi dari kehangatan persaudaraan yang tumbuh dari saf Subuh—tempat hati-hati saling menguatkan dalam mencari ridha Allah.***
Baca Juga :
Rommy Van Boy: Warga Medan Harus Mudah Akses Layanan Kesehatan
